SRIPOKU.COM, PALEMBANG– Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, meresmikan SMA Negeri dan SLB Negeri Hayza Nur Ilmi Palembang yang berlokasi di Jalan Sosial Nomor 510 Km 5 Palembang, Jumat (12/6/2026).
Sekolah yang sebelumnya dikelola yayasan dengan nama Karya Ibu tersebut kini resmi berstatus sekolah negeri di bawah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Menariknya, sekolah tersebut menerapkan kebijakan khusus dengan menyediakan lebih dari 50 persen kuota penerimaan siswa baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui jalur afirmasi.
Dalam sambutannya, Herman Deru menjelaskan bahwa nama Hayza Nur Ilmi memiliki filosofi yang sarat makna.
"Hayza berarti kemenangan, Nur berarti cahaya, dan Ilmi berarti ilmu atau pengetahuan. Jadi Hayza Nur Ilmi bermakna kemenangan yang diterangi cahaya ilmu," kata Herman Deru.
Menurutnya, perubahan status sekolah menjadi negeri merupakan momentum penting karena seluruh peserta didik yang sebelumnya berada di bawah naungan yayasan kini resmi menjadi siswa sekolah negeri milik pemerintah.
Ia menegaskan bahwa pendidikan dan kesehatan merupakan dua sektor utama yang harus menjadi prioritas pembangunan karena menyangkut masa depan masyarakat.
Khusus untuk SLB Negeri Hayza Nur Ilmi, Herman Deru meminta seluruh tenaga pendidik memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).
Ia juga menolak adanya pengelompokan kualitas sekolah yang dapat menimbulkan kesenjangan dalam dunia pendidikan.
"Tidak ada klasifikasi sekolah ini dengan grade khusus, jangan ada. Upaya kita harus sama, standar kelulusannya juga harus sama," tegasnya.
Selain itu, Herman Deru menekankan pentingnya pembentukan karakter siswa sejak dini. Ia bahkan mendorong keterlibatan institusi seperti TNI dan Polri dalam mendukung pembinaan karakter generasi muda.
Menurutnya, kecerdasan akademik harus diimbangi dengan karakter yang kuat agar mampu menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.
"Nilai akademik penting, tetapi di lapangan karakter yang menentukan. Karakter itu bisa terbaca dari ekspresi dan perilaku sehari-hari," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Mondyaboni, menjelaskan bahwa SMA dan SLB Hayza Nur Ilmi sebelumnya merupakan SMA Karya Ibu dan SLB Karya Ibu yang dikelola oleh Yayasan Dharma Wanita di atas lahan milik Pemerintah Provinsi Sumsel.
Menurutnya, proses perubahan status sekolah menjadi negeri berlangsung cukup panjang hingga akhirnya ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 232/KPTS/2026 tanggal 22 April 2026.
"Kawasan sekolah memiliki luas sekitar 3,5 hektare, terdiri dari dua hektare untuk SMA Negeri Hayza Nur Ilmi dan 1,5 hektare untuk SLB Negeri Hayza Nur Ilmi," kata Mondyaboni.
Saat ini SMA Negeri Hayza Nur Ilmi menampung sekitar 200 siswa, sedangkan SLB Negeri Hayza Nur Ilmi memiliki sekitar 264 siswa dari berbagai jenjang pendidikan.
Pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026, sekolah tersebut memberikan porsi lebih dari 50 persen bagi jalur afirmasi untuk keluarga kurang mampu.
"Kebijakan ini sesuai arahan Bapak Gubernur agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas seperti siswa lainnya," ujarnya.
Selain mengedepankan pemerataan akses pendidikan, sekolah juga akan menerapkan kurikulum yang menitikberatkan pada penguatan iman dan takwa sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap kehadiran SMA dan SLB Negeri Hayza Nur Ilmi dapat menjadi salah satu pilihan utama masyarakat dalam memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkarakter.