Moskow (ANTARA) - Kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu telah membahas nota kesepahaman (MoU) antara Washington dan Tehran dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, demikian disampaikan kantor Netanyahu.

Trump menyatakan bahwa poin-poin akhir dari perjanjian perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran telah disepakati oleh semua pihak yang terlibat, termasuk Israel, dan kesepakatan tersebut dapat dirampungkan dalam beberapa hari ke depan.

"Presiden Trump berbicara malam ini dengan Perdana Menteri Netanyahu mengenai memorandum kesepahaman (MoU) yang sedang disusun dengan Iran untuk memulai negosiasi," tulis kantor otoritas Israel melalui akun X mereka pada Kamis (11/6).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Israel bukan merupakan bagian dari perjanjian tersebut.

Meski demikian, Netanyahu menyampaikan apresiasi atas komitmen Trump yang memastikan bahwa perjanjian akhir setelah pembicaraan tersebut akan mencakup "penghapusan material yang diperkaya, pembongkaran infrastruktur pengayaan nuklir, pembatasan produksi rudal, dan penghentian dukungan Iran terhadap proksi terorisnya di kawasan," sebut pernyataan itu.

Di saat yang sama, portal berita Axios melaporkan bahwa pengumuman Trump mengenai kemajuan negosiasi dengan Iran tersebut sempat membuat Netanyahu terkejut, karena ia tidak mendapatkan pemberitahuan atau peringatan sebelumnya.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: AS tidak cegat serangan rudal Iran yang gempur Israel