TRIBUNTRENDS.COM - Isu pola asuh yang melibatkan Sarwendah kembali menjadi sorotan publik di tengah kabar perselisihannya dengan Ruben Onsu.
Hal ini mencuat setelah beredar sebuah video yang memperlihatkan anak Sarwendah tengah melakukan interaksi dengan kekasih ibunya, Giorgio Antonio, saat sesi siaran langsung.
Dalam video tersebut, anak Sarwendah terlihat memijat Giorgio dan bahkan sempat menginjak bagian punggungnya.
Aksi itu kemudian menuai beragam respons dari warganet dan memicu perdebatan mengenai batas interaksi anak dengan orang dewasa di sekitarnya.
Menanggapi hal tersebut, Komisi Nasional Perlindungan Anak melalui Ketua Umum Agustinus Sirait menyampaikan keprihatinannya.
Ia menilai perlu adanya batasan yang jelas dalam interaksi anak, termasuk dengan orang dewasa di lingkungan terdekat.
Komnas Anak juga menekankan pentingnya edukasi pola perilaku yang sesuai bagi anak dalam situasi publik maupun privat.
Sementara itu, psikolog Lita Gading turut menyoroti viralnya video tersebut melalui unggahan di media sosial.
Ia mengingatkan bahwa orang tua perlu memahami batasan interaksi anak, bahkan terhadap figur ayah kandung sekalipun.
Perdebatan ini semakin ramai diperbincangkan setelah kasus tersebut dibandingkan dengan sejumlah insiden serupa yang pernah viral di media sosial sebelumnya.
Baca juga: Komnas Anak Komentari Ruben Onsu & Sarwendah, Kakak Jordi Onsu Tak Kirim Nafkah Sebagai Protes
Kasus tersebut yaitu kiai yang mencium anak kecil yang viral pada November 2025 dan berujung pada laporan ke pihak berwajib setelah video tersebut menyebar di media sosial.
“Kemarin kan ada kiai dalam tanda kutip mencium anak kecil dipublikasikan di media sosial dan akhirnya viral. Itu kan dilaporkan,” tuturnya.
Tidak hanya itu, Lita Gading mewanti-wanti agar anak tidak dijadikan objek demi keuntungan orang tua.
Apalagi saat orang tuanya sedang mempromosikan produk afiliasi atau endorsement melalui konten media sosial.
Baca juga: Sarwendah Disebut Terima Rp243 Juta Tiap Bulan dari Ruben Onsu, Termasuk Sarang Burung 9 Juta
Ia mengingatkan bahwa menjadikan anak sebagai alat jualan dengan cara bersentuhan fisik dan dipublikasikan ke media sosial adalah hal yang tidak bisa dibenarkan.
“Jadi harus hati-hati bagaimana pun juga anak kecil itu jangan jadi objek sesuatu (untuk) keuntungan orang tuanya,” kata Lita.
“Dia (Sarwendah) kan lagi mempromosikan produk affiliate atau endorsement-nya. Nah dia dijadikan objek untuk jualan dia dengan cara pijit-pijit,” ujarnya menambahkan.
Baca juga: Ruben Onsu Beri Pesan Panjang ke Giorgio Antonio, Tak Terima Anaknya Panggil Papa ke Pacar Sarwendah
Lita Gading tidak memungkiri bahwa kebutuhan finansial adalah hal yang manusiawi.
Namun, ia menegaskan ada garis batas yang tidak boleh dilanggar, terutama soal anak Sarwendah.
“Kita memang butuh uang apa pun itu kita butuh support secara finansial dengan cara jualan. Tapi tidak mengeksploitasi anak dalam arti anak sebagai objek untuk mencari uang sampai seperti itu. Hati-hati ya sayang,” tuturnya.
Kendati demikian, Lita menegaskan dirinya tidak berpihak pada siapa pun dalam polemik Ruben Onsu dan Sarwendah. Lantaran ia berpendapat atas dasar keilmuannya.
“Saya bukan buzzer-nya Ruben, tapi saya berdiri atas apa yang menjadi keilmuan saya,” ujarnya memungkasi.
(TribunTrends/Grid.id)