'Awas Ada Kelompok Mendompleng', Polisi Siaga Jaga Keamanan Demo BEM UI di Gedung DPR RI Jakarta
Ika Putri Bramasti June 12, 2026 04:54 PM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Polda Metro Jaya mengaku telah mengantisipasi potensi adanya pihak-pihak tertentu yang diduga akan menunggangi aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta pada Jumat (12/6/2026).

Polisi menyebut telah mengidentifikasi kelompok tersebut dan menyiapkan langkah pengamanan guna menjaga situasi tetap kondusif.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, Satgas Penegakan Hukum telah memetakan kelompok-kelompok yang dinilai berpotensi memanfaatkan aksi unjuk rasa untuk memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Perlu kami tekankan bahwa Satgas Penegakan Hukum Polda Metro Jaya sudah mengidentifikasi kelompok-kelompok tertentu yang akan mencoba bergabung, mendompleng, untuk mencoba membuat kegiatan-kegiatan lainnya dalam hal gangguan Kamtibmas, gangguan dalam penyampaian pendapat di muka umum,” ujar Budi di Gedung DPR RI, Jumat.

Menurut Budi, personel Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) kini telah disebar di sejumlah titik untuk memantau pergerakan kelompok-kelompok yang telah teridentifikasi tersebut.

Polda Metro Jaya mengaku telah mengantisipasi potensi adanya pihak-pihak tertentu yang diduga akan menunggangi aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta pada Jumat (12/6/2026).
Polda Metro Jaya mengaku telah mengantisipasi potensi adanya pihak-pihak tertentu yang diduga akan menunggangi aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta pada Jumat (12/6/2026). (YouTube Surya Online)

Baca juga: Ribuan Mahasiswa UI Berkaos Gelap Demo Reformasi Jilid 2 di Jakarta, Tagar MenujuIndonesiaBangkrut

Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan apabila ditemukan indikasi tindakan yang berpotensi mengganggu jalannya aksi.

“Ini petugas dari Satgas Gakkum sudah tersebar lebar di lapangan, akan memonitor kelompok-kelompok yang tadi sudah diidentifikasikan. Apabila ditemukan membawa barang-barang yang tujuannya untuk membuat gangguan Kamtibmas, maka kami akan melakukan tindakan tegas," jelas Budi.

Ia menegaskan, aparat tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang kedapatan membawa benda berbahaya atau melakukan tindakan yang dapat mengancam ketertiban umum selama demonstrasi berlangsung.

"Kami ulangi, apabila kami akan menemukan kelompok-kelompok tertentu yang sudah teridentifikasi membawa barang-barang yang dapat membahayakan dan mengganggu ketertiban umum, Polda Metro Jaya dengan Satgas Penegakan Hukum akan melakukan tindakan tegas," tegas dia.

Di sisi lain, Polda Metro Jaya juga mengimbau para mahasiswa yang mengikuti aksi untuk tetap menyampaikan aspirasi secara tertib dan sesuai aturan.

Polisi meminta peserta demonstrasi menghormati hak pengguna jalan serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Budi turut mengingatkan seluruh peserta aksi maupun elemen masyarakat lainnya agar waspada terhadap pihak-pihak yang berpotensi melakukan provokasi dan memicu terjadinya gangguan selama demonstrasi berlangsung.

"Kita mengimbau, mengajak kepada adik-adik mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya dengan baik dan sama-sama menghormati pengguna jalan lainnya,” ucap Budi.

“Juga kami mengingatkan untuk adik-adik mahasiswa ataupun komponen elemen lainnya memperhatikan, memperhatikan sekitar kiri-kanan, tidak ada kelompok-kelompok lain yang ikut masuk memprovokasi atau menunggangi aksi-aksi penyampaian pendapat ini yang dilindungi oleh undang-undang," imbuh dia.

Demo mahasiswa hari ini

Polisi pun mengarahkan massa aksi untuk menyampaikan aspirasi di kawasan Patung Kuda atau depan Gedung DPR/MPR RI.

Adapun Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) berencana menggelar demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Jumat siang.

Ada lima poin tuntutan yang akan ditegaskan mahasiswa dalam demo pada hari ini, yakni

  • Setop pemborosan APBN.
  • Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
  • Hentikan program MBG dan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
  • Hentikan militerisme di ranah sipil.
  • Meminta Presiden Prabowo berhenti mengelak dan akui kesalahan pemerintah.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.