PESBEVI Gelar Workshop di RSUD Anutapura, Tingkatkan Kompetensi Dokter dan Perawat di Sulteng
Fadhila Amalia June 12, 2026 04:09 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular Indonesia (PESBEVI) Cabang SulSelTraTeng menggelar workshop peningkatan kompetensi bagi tenaga kesehatan di Sulawesi Tengah.

Kegiatan merupakan bagian dari rangkaian Celebes Vascular Conference-3 (CVC-3) itu berlangsung di RSUD Anutapura Palu, Jumat (12/6/2026).

Sebanyak 137 peserta terdiri dari 69 perawat dan 68 dokter umum mengikuti pelatihan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan kasus-kasus vaskular.

Baca juga: Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini, Suarakan Aksi Menuju Indonesia Bangkrut, Cek 5 Tuntutannya

Ketua Panitia CVC-3, dr Mohammad Zulfikar, Sp.B., Subsp.BVE(K), FICS, FINACS, mengatakan workshop tersebut menghadirkan sejumlah narasumber ahli guna memperkenalkan ilmu Bedah Vaskular dan Endovaskular kepada dokter umum maupun tenaga kesehatan di daerah.

Menurutnya, materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan peserta.

"Untuk dokter umum ada tentang pemeriksaan USG simpel untuk kasus dan pemeriksaan Ankle-Brachial Index. Sedangkan untuk perawat kita siapkan workshop tentang wound care atau perawatan luka," kata dr. Zulfikar.

Ia menjelaskan, pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan menambah wawasan peserta, tetapi juga meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam mengenali dan menangani penyakit vaskular sejak dini.

Menurut dr Zulfikar, kemampuan diagnosis dini sangat penting, terutama bagi tenaga medis yang bertugas di Unit Gawat Darurat (UGD) maupun fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Dengan kemampuan tersebut, tenaga kesehatan dapat mengidentifikasi kasus vaskular lebih cepat sehingga pasien memperoleh penanganan yang tepat dan tidak terlambat mendapatkan rujukan.

"Harapannya dengan teman-teman perawat dan teman-teman dokter umum menerima materi pada hari ini, untuk khususnya teman-teman dokter umum bisa mendiagnosa kasus-kasus vaskular secara dini," ujarnya.

Ia menambahkan, diagnosis dini akan membantu mempercepat proses penanganan pasien yang mengalami gangguan pembuluh darah.

Baca juga: UPP Luwuk Ingatkan Barang Berbahaya dan Penumpang Harus di Kapal Terpisah

"Tentunya kalau bisa mendiagnosa secara dini di UGD dan FKTP, di vaskular, maka dia bisa mendiagnosa secara dini sehingga penanganan lebih cepat untuk kasus-kasus bedah vaskular," tambahnya.

Sementara itu, bagi peserta dari kalangan perawat, workshop tersebut difokuskan pada peningkatan keterampilan perawatan luka atau wound care yang kerap menjadi bagian penting dalam penanganan pasien dengan gangguan vaskular.

"Untuk teman-teman perawat tentunya skill-nya bisa lebih bagus terutama untuk wound care atau perawatan luka," katanya.

Setelah menerima materi dari para narasumber, seluruh peserta mengikuti sesi praktik guna memperdalam pemahaman terhadap materi yang telah dipelajari.

Melalui kombinasi pembelajaran teori dan praktik, PESBEVI berharap para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam pelayanan kesehatan sehari-hari.

Adapun rangkaian kegiatan CVC-3 akan berlanjut dengan pelaksanaan simposium yang menjadi puncak acara pada Sabtu (13/6/2026). 

Baca juga: Nobar Brasil vs Maroko di Lapangan Vatulemo Palu Diprediksi Ramaikan CFD Minggu Pagi 14 Juli 2026

Simposium tersebut akan menghadirkan sejumlah pakar bedah vaskular dan endovaskular dari berbagai daerah di Indonesia.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.