Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima Sakti
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – SDII Al Abidin Surakarta menggelar kegiatan Anti-Bullying Awareness Counseling sebagai upaya meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya perundungan atau bullying.
Kegiatan yang berlangsung di Sport Center SDII Al Abidin Surakarta, Jumat (12/6/2026), menghadirkan narasumber dari Polresta Surakarta.
Penyuluhan tersebut disampaikan oleh Ipda Nurhafni didampingi Aiptu Evi Wijayanti serta Bripda Faisal Alamsyah.
Dalam kesempatan itu, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai berbagai bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah.
Dengan pendekatan yang komunikatif dan interaktif, para pemateri mengajak siswa untuk membangun sikap saling menghargai, peduli terhadap sesama, serta berani menolak segala bentuk perundungan.
Baca juga: Yayasan Adab dan Quran Al Laufi Magetan Pelajari Kurikulum Cambridge di SDII Al Abidin Surakarta
Siswa juga diingatkan bahwa setiap anak berhak merasa aman, nyaman, dan dihormati selama berada di lingkungan sekolah.
Tak hanya itu, siswa didorong untuk tidak memilih diam ketika mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Jika perundungan terjadi di sekolah, mereka diminta segera melapor kepada guru atau pihak sekolah.
Sementara jika terjadi di lingkungan rumah maupun masyarakat, siswa dapat menyampaikannya kepada orang tua atau orang dewasa yang dipercaya.
Dalam kasus yang mengarah pada tindak kekerasan maupun pelanggaran hukum, para narasumber menegaskan pentingnya melibatkan pihak kepolisian agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.
Kepala SDII Al Abidin Surakarta, Sri Wachyuningsih mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan pendidikan karakter yang secara konsisten diterapkan di sekolah.
Menurutnya, nilai-nilai saling menghormati, empati, dan kepedulian harus ditanamkan sejak dini untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif dan kondusif.
Baca juga: Bukan Sekadar Ajang Perayaan,Book Festival 2026 Digelar SDII Al Abidin: Kembangkan Kemampuan Menulis
“Pembentukan karakter yang baik tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga bagaimana siswa mampu menghargai perbedaan, membangun empati, dan menciptakan hubungan yang sehat dengan teman-temannya,” ujarnya.
Melalui kegiatan Anti-Bullying Awareness Counseling ini, SDII Al Abidin Surakarta berharap seluruh siswa semakin memahami pentingnya menjaga sikap, menghormati perbedaan, serta memiliki keberanian untuk berbicara dan melapor ketika menemukan tindakan perundungan.
Semangat “Stop Bullying, Speak Up!” diharapkan menjadi komitmen bersama dalam mewujudkan sekolah yang aman, ramah, dan membahagiakan bagi seluruh warga sekolah.
(*)