Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini, Suarakan Aksi 'Menuju Indonesia Bangkrut', Cek 5 Tuntutannya
Lisna Ali June 12, 2026 04:09 PM

TRIBUNPALU.COM - Gelombang aksi unjuk rasa kembali mewarnai ibu kota.

Sejumlah aliansi mahasiswa menggelar aksi Demo di beberapa lokasi pada Jumat (12/6/2026).

Gerakan turun ke jalan oleh aliansi mahasiswa ini tidak hanya berpusat di Jakarta, melainkan juga terjadi di wilayah sekitarnya. 

Meskipun Demo digelar di lokasi yang berbeda-beda, seluruh mahasiswa membawa satu suara dan tuntutan yang senada. 

Mereka meminta pemerintah membenahi kondisi perekonomian Indonesia yang kini terpuruk.

Sampai dengan siang ini, Demo yang sudah terkonfirmasi akan digelar dua aliansi mahasiswa.

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Melawan

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Aksi Indonesia Bangkrut.

Baca juga: UPP Luwuk Ingatkan Barang Berbahaya dan Penumpang Harus di Kapal Terpisah

Baca juga: KPU dan Bawaslu Kunjungi Kantor DPW PSI Sulteng, Pantau Kesiapan Kelembagaan Parpol

Demo Aksi Menuju Indonesia Bangkrut digelar di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta Pusat.

Seluruh BEM UI berjumlah 15 akan bergabung.

Ditambah dengan delapan BEM kampus dan organisasi gerakan lain yang akan bergabung.

Mereka antara lain :

BEM Keluarga Mahasiswa IPB University, 

BEM Politeknik Negeri Jakarta, 

BEM Universitas Pancasila, 

Aliansi BEM Gunadarma, 

Front Mahasiswa Nasional (FMN) Pusat, 

FMN UI, 

Pembebasan, dan 

Serikat Mahasiswa Progresif UI (Semar UI).

Pantauan TribunnewsDepok.com, massa mulai berkumpul di Lapangan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI pada pukul 09.00 WIB.

Beberapa mahasiswa tampak membuat spanduk bertuliskan berbagai aspirasi dan tuntutan.

"Gibran Raka Bullshit, #MenujuIndonesiaBangkrut, Rupiah Turun Prabowo Kapan?" demikian tulisan pada spanduk.

Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI Albani Ilmi menjelaskan, massa yang berjumlah sekitar 1.000 orang direncanakan bergerak menuju Bundaran HI untuk menggelar aksi unjuk rasa.

Keberangkatan dijadwalkan dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB. 

Albani menjelaskan ada ​5 tuntutan utama yang dibawa, sebagai berikut: 

  • ​Meminta pemerintah menghentikan pemborosan anggaran APBN.
  • Menuntut penurunan Harga BBM dan harga kebutuhan pokok.
  • ​Meminta pemerintah memberhentikan program-program populismenya seperti MBG (Makan Bergizi Gratis) dan Koperasi Desa Mawar Putih.
  • Menuntut penghentian militerisme di ranah sipil.
  • Meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengakui kesalahan dan menyadari kekeliruan yang telah terjadi.

"Kami melihat bahwa dari sektor fiskal, moneter, dan pasar modal ini, Indonesia sedang menuju krisis ekonomi," kata Albani.

Albani menilai bahwa Indonesia sedang menuju krisis ekonomi dan berada dalam kondisi bahaya, yang dilihat dari tiga sektor utama: fiskal, moneter, dan pasar modal.

BEM UI menuntut agar pemerintah segera mengakui dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah terjadi.

Aksi kali ini ditegaskan bukan sebagai akhir, melainkan sebagai langkah awal untuk memantik semangat perjuangan, pergerakan, serta menyadarkan masyarakat mengenai kondisi bangsa saat ini. 

(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.