Anggota Komisi IX DPR RI sekaligus presenter Surya Utama alias Uya Kuya memberikan klarifikasi usai namanya disangkutpautkan dalam dugaan kasus korupsi di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).
Dengan tegas ia membantah seluruh tuduhan yang menghubungkan dirinya dengan kasus yang saat ini tengah menjadi perhatian publik tersebut.
Menurut Uya, dirinya sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan dugaan tindak pidana yang sedang ramai dibahas.
Ia mengaku heran mengapa namanya kembali muncul dalam berbagai isu yang menurutnya tidak memiliki dasar yang jelas.
Kekecewaan itu semakin terasa karena bukan kali pertama dirinya menjadi sasaran informasi yang dinilainya sebagai hoaks.
Beberapa waktu lalu, ia juga sempat dikaitkan dengan kepemilikan ratusan dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Padahal, menurut Uya, informasi tersebut sama sekali tidak benar dan telah dibantahnya sejak awal kemunculan isu tersebut.
Pernyataan tersebut menunjukkan rasa heran sekaligus kekecewaan yang dirasakannya karena terus menjadi sasaran berbagai kabar yang belum tentu kebenarannya.
Uya menilai berbagai tudingan yang diarahkan kepadanya bukanlah kejadian baru.
Dalam beberapa tahun terakhir, ia mengaku beberapa kali harus menghadapi penyebaran informasi yang tidak benar dan berdampak langsung terhadap kehidupan pribadi maupun keluarganya.
Menurutnya, berbagai fitnah yang beredar sering kali membuat dirinya berada dalam posisi sulit karena harus menjelaskan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah ia lakukan.
Ia bahkan mengungkapkan pengalaman pahit yang terjadi pada tahun lalu akibat penyebaran informasi palsu di media sosial.
Saat itu, menurutnya, sebuah hoaks besar menyebabkan rumah pribadinya menjadi sasaran amukan massa.
"Tahun lalu saya sudah kena hoaks besar juga, sampai rumah saya dijarah. Video-video lama saya dijahit dan ditambahi tulisan-tulisan yang seolah-olah menghina masyarakat, padahal saya enggak pernah bicara sedikitpun pada saat itu," kenang Uya.
Akibat informasi yang dianggap menyesatkan tersebut, banyak orang disebut terprovokasi.
Tak hanya dirinya, keluarga Uya juga ikut merasakan dampaknya.
Ia mengungkapkan bahwa keluarganya menjadi sasaran perundungan yang berlangsung cukup lama setelah video-video yang dimanipulasi itu menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Lebih jauh, Uya menyebut kerusakan yang terjadi pada rumahnya akibat peristiwa tersebut bahkan belum sepenuhnya diperbaiki hingga saat ini.
Meski insiden itu telah berlalu sekitar 10 bulan, proses pemulihan rumah yang menjadi korban penjarahan disebut masih berlangsung.
Berbagai pengalaman pahit yang dialaminya membuat Uya memilih untuk tidak larut dalam kemarahan.
Ia mengaku berusaha menghadapi setiap fitnah dengan lebih tenang dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan.
Menurutnya, ujian yang datang bertubi-tubi justru mengajarkannya untuk lebih sabar dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
"Tapi kejadian-kejadian kemarin membuat saya lebih ikhlas, sabar dan tawakal menghadapi fitnah apapun. Saya percaya Tuhan punya rencana terbaik buat kami," tuturnya.
Sikap tersebut, kata Uya, menjadi cara terbaik untuk menghadapi berbagai tuduhan yang datang tanpa dasar yang jelas.
Terkait namanya yang kembali dikaitkan dengan isu dugaan korupsi di BGN, Uya juga memberikan pesan kepada masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh berbagai informasi yang belum terverifikasi.
Ia mengingatkan bahwa penyebaran isu liar berpotensi mengaburkan fokus publik terhadap persoalan utama yang sedang ditangani aparat penegak hukum.
Menurutnya, menyeret nama tokoh yang tidak memiliki hubungan dengan suatu kasus justru dapat menimbulkan polemik baru dan mengalihkan perhatian masyarakat dari substansi permasalahan yang sebenarnya.
"Jangan sampai masalah kasus korupsi yang sebenarnya dikaburkan dengan sengaja menyeret nama-nama tokoh atau orang-orang yang justru tidak ada korelasinya dengan inti kasusnya, yang akhirnya justru menciptakan polemik baru di masyarakat yang membuat orang jadi lupa sama masalah intinya, dan jangan sampai kasus korupsi bergeser menjadi isu politik," kata Uya.
Dalam klarifikasinya, Uya juga menjelaskan bahwa selama ini hubungannya dengan Badan Gizi Nasional semata-mata berkaitan dengan tugas dan fungsi yang dijalankannya sebagai anggota DPR RI.
Sebagai anggota Komisi IX yang membidangi urusan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, ia mengatakan interaksi dengan BGN merupakan bagian dari tugas pengawasan dan penyaluran aspirasi masyarakat.
"Sebagai anggota DPR khususnya Komisi IX, saya hanya menjalankan tugas saya meneruskan aduan-aduan serta aspirasi serta usulan-usulan masyarakat ke para pimpinan BGN," terangnya mengakhiri klarifikasi.