Momen Raffi Ahmad Cerita ke Dedi Mulyadi soal Kasus Blueray Cargo, Beber Kronologi
Rheina Sukmawati June 12, 2026 05:11 PM

TRIBUNJABAR.ID - Selebriti sekaligus Utusan Khusus Presiden bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, bercerita kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tentang kasus Blueray Cargo yang menyeret namanya.

Sebagai informasi, kasus Blueray Cargo adalah skandal suap dan gratifikasi impor ilegal yang melibatkan perusahaan jasa titipan PT Blueray Cargo yang berada di Amerika Serikat dengan sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Nama Raffi Ahmad terseret pada persidangan kasus yang digelar pada 5 Juni 2026 dalam kesaksian terkait pengiriman barang elektronik.

Namun demikian,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan belum menemukan fakta yang cukup kuat untuk mengembangkan keterlibatan Raffi lebih jauh dalam perkara tersebut.

Terkait kasus ini, Raffi Ahmad pun bercerita kepada Dedi Mulyadi saat sang Gubernur singgah di kediamannya di Depok, Jawa Barat.

Momennya terekam dalam unggahan YouTube Dedi Mulyadi pada Kamis (11/6/2026).

Dalam momen itu, Raffi Ahmad meminta tips kepada Dedi Mulyadi saat menghadapi gosip yang kurang menyenangkan.

Baca juga: Sekolah Negeri di Jabar Belum Mampu Tampung Semua Siswa, Dedi Mulyadi Minta Maaf: Kesalahan Kami

"Saya mau nanya tips. Kang, kalau mendapatkan gosip yang kurang enak, kita harus bagaimana?" tanya Raffi Ahmad.

Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi pun langsung mengetahui gosip apa yang dimaksud, yakni terkait kasus Blueray Cargo yang menyeret namanya.

"Jadi, Aa (Raffi Ahmad) pesan laptop sama iPhone dari Amerika? Coba jelasin," kata Dedi Mulyadi.

Kemudian, Nagita Slavina yang juga turut menjamu Dedi Mulyadi menjelaskan kronologi suaminya mengetahui namanya terseret dalam kasus itu.

Beber Kronologi

Kemudian, Raffi Ahmad pun bercerita bahwa ia memang pernah ke Amerika Serikat, tepatnya Chicago untuk mengikuti lomba marathon pada Oktober 2025.

"Dari Chicago, kami main ke New York sambil ketemu teman-teman atau warga yang ada di sana. Datang lah kita ke restoran di Queens," jelas Raffi Ahmad.

Di sana, kata Raffi Ahmad, ia menghibur para pengunjung dan sempat menghampiri sebuah toko kelontong di seberangnya.

Saat hendak kembali ke restoran, Raffi Ahmad bertemu dengan orang-orang dari toko Blueray Cargo yang memanggil-manggil namanya.

"Saya juga enggak tahu dia yang punya atau apa, ini ada fotonya. Dia teh ngajak foto," kata Raffi Ahmad sambil menunjukkan fotonya.

Selanjutnya, lanjut Raffi Ahmad, orang tersebut mengatakan kepada Raffi bahwa ia bisa mengirim barang-barang elektronik ke Indonesia.

"Terus biasa basa-basi, (dia mengatakan), 'A Raffi, kita ini bisa kalau mau kirim laptop, kirim handphone.' Ya masa aku bilang enggak, 'Oh iya,' kata saya tuh," ujar Raffi Ahmad.

Raffi menuturkan, interaksinya dengan pihak dari Blueray Cargo hanya sebatas pertemuan itu.

"Tiba-tiba, katanya, saya kan enggak tahu tempat Blueray ini ada masalah apa. Katanya ditangkap, oknum diperiksa handphone-nya ada foto saya di situ," tutur Raffi.

"Terus ditanya ngapain (ada Raffi Ahmad di foto itu), terus katanya, 'Oh iya mereka mau memesan).' Kenapa saya yang memesan? Saya bingung," ucap Raffi Ahmad.

Kemudian, Raffi menduga bahwa orang yang ia temui itu mengatakan pada atasannya bahwa ia hendak membeli ponsel yang membuat salah paham terkait dugaan kasus ini.

Baca juga: Kritik Keras Sekolah Maung Dedi Mulyadi, Pengamat: Minim Sosialisasi, Banyak Anak Ingin Gap Year

Minta Saran

Kemudian, Raffi Ahmad pun meminta saran kepada Dedi Mulyadi cara untuk menghadapi kasus yang menyeret namanya ini.

"Minta saran aja ke Pak Gub. Kalau dulu kan saya sebagai selebriti, karena sekarang karena diberi kepercayaan menjadi Utusan Khusus Presiden, jadi kalau ada hal seperti ini harus saya luruskan," tutur Raffi Ahmad.

Nagita pun menimpali, bahwa kasus ini memang perlu Raffi Ahmad klarifikasi karena sudah masuk ke pengadilan. Sementara, Raffi sendiri tidak pernah dipanggil sebagai saksi.

Raffi menyadari bahwa kasus ini perlu ia luruskan karena menyangkut nama baik.

"Kemarin saya minta tolong (Hotman Paris), kayaknya saya harus meluruskan ini, karena perusahaan Nagita yang RANS ada rencana, kalau nama baik juga malah bahaya," kata Raffi Ahmad.

Akhirnya, Dedi Mulyadi pun mengatakan bahwa Raffi Ahmad sudah melakukan hal yang benar dengan memberi penjelasan.

"Terpenting sekarang, Aa sudah memberikan penjelasan secara tuntas," kata Dedi Mulyadi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.