GAPKI Perkuat Sinergi Pendidikan dan Industri Sawit Gelar Goes to Campus di Al-Khairaat Palu
Regina Goldie June 12, 2026 05:24 PM

TRIBUNPALU.COM - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) cabang Sulawesi menyelenggarakan GAPKI Goes to Campus di Universitas Al-Khairaat (Unisa), Palu.

Kegiatan ini menjadi wadah edukasi bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan industri kelapa sawit nasional sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha.

Rektor Universitas Al-Khairaat, Muhammad Yasin menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan GAPKI Goes to Campus.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Muhammad Yasin menegaskan bahwa pihak universitas sangat terbuka untuk menjalin kerja sama dengan GAPKI maupun perusahaan-perusahaan kelapa sawit, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, tugas magang mahasiswa, pengembangan kompetensi, hingga penyerapan tenaga kerja.

Baca juga: Hari Pertama INVIROTECH 2026,Menteri Lingkungan Hidup Kunjungi Stand JOB Tomori

"Perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri dalam menyiapkan lulusan yang kompeten. Diperlukan sinergi yang kuat dengan dunia industri agar mahasiswa memperoleh wawasan, pengalaman, dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja," ujarnya.

Menurut Ketua GAPKI cabang Sulawesi, Dony Yoga Pradana, gagasan yang disampaikan pihak kampus Al-Khairat sangat sejalan dengan visi GAPKI maupun perusahaan-perusahaan kelapa sawit.

Terutama, bahwa perusahaan sawit ingin hadir dan beroperasi di setiap wilayah dengan memberi dampak positif bagi wilayah tersebut. Termasuk pengaruh bagi dunia pendidikan.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) cabang Sulawesi menyelenggarakan GAPKI Goes to Campus di Universitas Al-Khairaat (Unisa), Palu.
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) cabang Sulawesi menyelenggarakan GAPKI Goes to Campus di Universitas Al-Khairaat (Unisa), Palu. (Handover) 

Melalui materi pertama bertajuk "Mengenal Kebutuhan Kompetensi SDM Industri Kelapa Sawit", Dony menjelaskan bahwa industri kelapa sawit saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi multidisiplin dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta tuntutan industri yang semakin dinamis.

Menurutnya, kebutuhan SDM (sumber daya manusia) industri sawit tidak hanya terbatas pada bidang agronomi dan budidaya, tetapi juga mencakup teknik, lingkungan, teknologi informasi, manajemen, keuangan, logistik, hingga aspek keberlanjutan.

Selain kompetensi teknis, industri juga membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, pemecahan masalah, dan kerja sama tim.

Baca juga: PESBEVI Gelar Workshop di RSUD Anutapura, Tingkatkan Kompetensi Dokter dan Perawat di Sulteng

"Industri kelapa sawit merupakan sektor yang sangat luas dan memberikan banyak peluang karier bagi generasi muda. Mahasiswa perlu mempersiapkan diri dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri agar mampu bersaing di dunia kerja," ujar Dony.

Pada kesempatan itu, Dony juga memaparkan materi mengenai produksi, kebijakan, dan komitmen perusahaan sawit terhadap penerapan prinsip sustainability.

Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai perkembangan industri kelapa sawit nasional, kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia, serta berbagai kebijakan yang mengatur tata kelola industri sawit.

Dony juga menjelaskan bahwa industri kelapa sawit Indonesia terus berupaya meningkatkan produktivitas melalui penerapan teknologi dan praktik perkebunan yang baik. Industri juga memegang teguh implementasi prinsip-prinsip keberlanjutan yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan.

Terkait dengan komitmen perusahaan sawit terhadap sustainability ini, ia menekankan pentingnya penerapan praktik perkebunan berkelanjutan, kepatuhan terhadap regulasi nasional maupun standar internasional, serta komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: UPP Luwuk Ingatkan Barang Berbahaya dan Penumpang Harus di Kapal Terpisah

"Keberlanjutan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bagi industri kelapa sawit. Saat ini perusahaan dituntut untuk menghasilkan produk yang tidak hanya berkualitas dan berdaya saing, tetapi juga diproduksi secara bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat," ujarnya.

Melalui kegiatan GAPKI Goes to Campus, GAPKI Sulawesi berharap mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai industri kelapa sawit serta melihat sektor ini sebagai salah satu bidang yang memiliki prospek besar dalam pembangunan ekonomi nasional.

Kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, kompeten, dan siap menghadapi tantangan industri masa depan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.