Mahasiswi FH UNJA Sabet Penghargaan Internasional di Malaysia-Singapore
Tommy Kurniawan June 12, 2026 06:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM - Mahasiswi Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum (FH) Universitas Jambi (UNJA) angkatan 2023, Elgradcia Mellissa, berhasil mengukir prestasi gemilang di kanca internasional. Ia sukses menyabet penghargaan The Most Creative Delegate sekaligus menjadi bagian dari tim EYECONIC yang meraih empat penghargaan dalam program Indonesian Youth Excursion Network (IYEN) x International Youth Innovation Summit (IYIS) 2026 Chapter Malaysia–Singapore, 18–22 Mei 2026.

Empat penghargaan yang diraih tim EYECONIC meliputi 1st Best Video Innovation, 2nd Best Project Innovation, 2nd Best Presentation, dan Best Team. Tim ini terdiri dari Elgradcia bersama Ilham Riennardi dari IPB University, Elyta Yoja Novita Syafara dari Universitas Negeri Malang, dan Bintang Okta Anggradewi dari SMK 1 Mas Ubud.

Elgradcia dan tim mengembangkan EYETRACE, sebuah platform ekonomi sirkular digital yang membantu pelaku usaha mengelola limbah menjadi sumber nilai ekonomi melalui sistem pelacakan digital, transparansi data lingkungan, serta otomatisasi pelaporan Environmental, Social, and Governance (ESG).

Inovasi tersebut lahir dari kesadaran bahwa pengelolaan limbah bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga peluang ekonomi yang dapat menciptakan keberlanjutan bagi pelaku usaha dan masyarakat.

Dekan Fakultas Hukum UNJA, Dr. Hartati, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas pencapaian yang diraih Elgradcia.

“Fakultas Hukum senantiasa mendukung segala kegiatan positif dan konstruktif mahasiswa. Prestasi yang diraih Elgradcia menjadi kebanggaan bagi fakultas sekaligus bukti bahwa mahasiswa Fakultas Hukum memiliki kemampuan untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Dr. Hartati

Baca juga: BRI Dorong Kemandirian Desa di Jambi Lewat Program Desa BRILiaN

Menurut Dr. Hartati, keberhasilan mahasiswa dalam berbagai kompetisi tidak hanya membawa nama baik pribadi, tetapi juga memperkuat reputasi akademik fakultas. Prestasi mahasiswa menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga kualitas dan status unggul yang saat ini dimiliki Fakultas Hukum UNJA.

“Semoga prestasi seperti ini dapat terus ditingkatkan dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi di berbagai bidang. Fakultas Hukum akan selalu mendukung setiap kegiatan mahasiswa yang dapat memberikan manfaat bagi pengembangan diri maupun kemajuan fakultas,” tambahnya.

Keikutsertaan Elgradcia dalam program tersebut didorong oleh keinginannya untuk mengembangkan diri dan mengukur kapasitas yang dimilikinya di lingkungan yang lebih luas. Ia melihat program ini sebagai kesempatan untuk mencoba hal-hal yang sebelumnya belum pernah ia lakukan sekaligus memperluas pengalaman di tingkat internasional.

“Awalnya saya ingin mengetahui sejauh mana kemampuan saya ketika berada di lingkungan yang benar-benar baru. Saya ingin belajar lebih banyak, bertemu dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda, dan membuktikan kepada diri sendiri bahwa saya mampu melangkah lebih jauh dari yang selama ini saya bayangkan,” ungkap Elgradcia.

Di balik pencapaian tersebut, terdapat tantangan besar yang harus dihadapi. Elgradcia harus mampu membagi waktu antara aktivitas perkuliahan dan pengerjaan proyek.

Seluruh rangkaian persiapan dilakukan saat semester akademik masih berlangsung sehingga ia tetap harus menyelesaikan berbagai kewajiban perkuliahan. Diskusi dan rapat daring hampir dilakukan setiap malam selama berjam-jam untuk menyempurnakan konsep yang diusung, sementara berbagai komponen penilaian juga harus diselesaikan dalam waktu yang terbatas.

Sebagai mahasiswa Fakultas Hukum yang tergabung dalam kelompok ekonomi, Elgradcia juga harus mempelajari banyak hal di luar bidang yang selama ini dipelajarinya. Mulai dari konsep ekonomi berkelanjutan, penyusunan model bisnis, hingga pengembangan solusi berbasis teknologi menjadi pengalaman baru yang memperkaya wawasan serta memperluas pemahamannya mengenai pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu.

“Salah satu pengalaman paling berkesan selama program berlangsung adalah kesempatan untuk belajar bersama peserta lain yang memiliki semangat dan tujuan yang sama. Saya juga merasa bersyukur dapat bekerja sama dengan tim EYECONIC yang mampu membangun kolaborasi yang solid sepanjang proses kompetisi,” tambahnya.

Puncak kebahagiaan dirasakannya ketika namanya diumumkan sebagai penerima penghargaan The Most Creative Delegate. Penghargaan tersebut menjadi salah satu pencapaian yang sangat berarti setelah melalui berbagai proses yang penuh tantangan, pembelajaran, dan kerja keras.

“Saya belajar bahwa sering kali kita tidak mengetahui kemampuan yang kita miliki sampai kita benar-benar berani mencobanya. Banyak kesempatan yang terlihat menakutkan di awal, tetapi justru membawa pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga ketika dijalani dengan sungguh-sungguh,” pungkasnya.

Melalui pengalaman ini, Elgradcia berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mengambil peluang untuk berkembang, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia meyakini bahwa setiap pengalaman akan memberikan pelajaran yang berbeda dan membuka sudut pandang baru yang dapat menjadi bekal untuk masa depan. Dengan kemauan untuk terus belajar, keberanian untuk mencoba, serta keyakinan dalam menjalani proses, berbagai kesempatan dapat menjadi awal dari pencapaian yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.