POS-KUPANG.COM,KUPANG — Bagi PLN, menghadirkan aliran listrik ke rumah-rumah warga bukan lagi sekadar urusan kabel dan tiang .
Ini adalah tentang mengembalikan senyum, merawat harapan, dan menyalakan masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat Kabupaten Flores Timur.
Semangat kemanusiaan inilah yang melandasi pertemuan hangat antara Bupati Flores Timur, Ir. Antonius Doni Dihen, dengan Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Larantuka, Yufenalis Irovanto Malar, bersama jajaran di Larantuka pada Kamis (11/06)
Pertemuan yang berlangsung santai namun produktif ini membahas langkah-langkah nyata untuk menyalurkan energi listrik secara merata, terutama ke wilayah-wilayah yang selama ini masih menanti hadirnya cahaya di malam hari.
Baca juga: Garda Terdepan Penjaga Pasokan Listrik Flores: Petugas Ground Patrol PLN Ikuti Penyegaran Kompetensi
Dalam diskusi tersebut, Pemerintah Kabupaten Flores Timur menitipkan harapan besar warganya agar akses listrik bisa segera menyentuh pelosok desa dan dusun yang belum sepenuhnya mandiri energi, seperti di Desa Gekeng Derang dan Dusun Kelu.
Tak kalah penting, perhatian besar juga dicurahkan untuk saudara-saudara kita yang sedang menata kembali hidupnya di kawasan Hunian Tetap (Huntap) pascabencana.
Detak kehidupan itu mulai terasa lagi setelah PLN sukses mengalirkan listrik ke 60 rumah di Huntap Mandiri Desa Nobo, Waidoko.
Komitmen kemanusiaan ini dipastikan akan terus bergulir. Saat ini, PLN bersama pemerintah daerah tengah mematangkan rencana teknis untuk menyalakan listrik di kawasan Huntap Todo Lewolaga (sekitar 244 rumah) serta wilayah Walang yang diproyeksikan akan menjadi rumah bagi sekitar 1.000 kepala keluarga.
Mendukung penuh langkah di lapangan, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur, F Eko Sulistyono, menegaskan bahwa keadilan energi adalah hak setiap warga di bumi Flobamora.
"Bagi kami di PLN, setiap lampu yang menyala di rumah warga adalah sebuah kemenangan kecil atas kegelapan. Di wilayah pascabencana, listrik adalah tentang menghadirkan kembali rasa aman, kenyamanan, dan ruang bagi anak-anak untuk belajar di malam hari. Kami di PLN UIW NTT berkomitmen penuh untuk terus berjalan beriringan bersama Pemerintah Kabupaten Flores Timur, memastikan tidak ada satu pun warga yang merasa ditinggalkan tanpa penerangan," ungkap F Eko Sulistyono.
Senada dengan hal itu, Manager PLN ULP Larantuka, Yufenalis Irovanto Malar, menyampaikan bahwa setiap perencanaan kelistrikan selalu didasari oleh kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
“Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat. Melalui koordinasi yang erat dengan Pemkab, kami bisa memetakan secara presisi, terukur, dan aman, sehingga bantuan infrastruktur listrik ini benar-benar tepat sasaran dan langsung dirasakan manfaatnya oleh warga,” kata Yufenalis.
Mendengar komitmen kuat tersebut, Bupati Flores Timur, Ir. Antonius Doni Dihen, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas kepedulian serta gerak cepat tim PLN di lapangan.
“Listrik adalah urat nadi kehidupan masyarakat kami. Ketika sebuah rumah mendapatkan aliran listrik, aktivitas ekonomi bergerak, anak-anak bisa belajar dengan baik, dan pelayanan publik berjalan optimal. Kami sangat menghargai keterbukaan dan koordinasi aktif dari PLN ULP Larantuka,” tutur Bupati hangat.
Bupati juga berharap kolaborasi lintas sektor—mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga kementerian terkait—dapat terus diperkuat demi menghadirkan keadilan sosial yang merata.
“Tantangan geografis kita tidak mudah, namun jika kita bergotong-royong dan merencanakannya dengan hati, semua wilayah yang membutuhkan jaringan listrik ini pasti bisa kita penuhi secara bertahap,” pungkas Bupati.
Melalui sinergi yang sarat akan nilai kemanusiaan ini, PLN ULP Larantuka dan Pemkab Flores Timur tidak hanya sedang membangun infrastruktur, melainkan sedang merajut asa demi kesejahteraan dan masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Flores Timur. (*)