TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengawal proses pemulihan warga yang terdampak kebakaran di kawasan permukiman padat Jalan Grajen Karang Loo, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Semarang Tengah.
Dalam hal ini, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti meninjau ke lokasi kejadian, Jumat (12/6/2026).
Agustina mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan pascabencana dan penyaluran bantuan kepada korban berjalan sesuai kebutuhan.
Baca juga: Tinjau Korban Kebakaran di Jagalan, Wali Kota Semarang Apresiasi Keguyuban Warga
Selain itu, pemerintah kota juga berupaya memberikan dukungan kepada warga yang tengah menghadapi proses pemulihan setelah kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
"Masyarakat kalau ada yang kena musibah itu tidak butuh bantuannya saja, sebenarnya lebih pada memberikan dukungan moril.
Dan tentu ucapan terima kasih saya kepada warga sekitar yang guyub rukun, tidak hanya mengantisipasi bencana lebih meluas, tetapi juga menjaga para korban bencana ini tetap dapat menjalankan kehidupan sehari-harinya dengan lebih baik," kata Agustina di sela kunjungan.
Kebakaran itu terjadi pada Kamis (4/6) lalu. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Rumah yang terbakar dihuni oleh tiga kepala keluarga.
Ketua RT setempat, Trisakti Oktiawan (48), yang juga menjadi korban kebakaran rumah menjelaskan, bangunan yang terbakar merupakan satu unit rumah tinggal dan tidak sampai merembet ke rumah warga lainnya.
"Area yang terbakar sendiri itu ada bidang rumah. Bangunan rumah satu, tapi belum berdampak sampai ke tetangga," ujarnya.
Wawan, sapaannya mengungkapkan, rumah yang terbakar merupakan milik mertuanya. Saat peristiwa terjadi, dirinya sedang bekerja, sedangkan istrinya berada di rumah.
"Posisi saya kejadian itu saya kerja. Di rumah ada istri saya aja," kata dia.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Menurut Trisakti, berdasarkan cerita istrinya, kebakaran bermula saat terdengar suara letupan dari dalam rumah yang kemudian diikuti munculnya asap tebal dari bagian atas bangunan.
"Jujur panik awal mulanya. Dia tidak tahu kok ada suara petik-petik itu. masuk ke kamar mandi itu katanya dari atas keluar asap banyak. Sampai keluar dari belakang kelenceng itu sudah ada yang teriak-teriak kebakaran-bakaran," tuturnya.
Ia menambahkan, titik awal munculnya api diduga berasal dari bagian atas tembok rumah yang mengarah pada dugaan korsleting listrik sebagai penyebab kebakaran.
Baca juga: Kebakaran Dua Ruko di Bantarsari Cilacap, Kerugian Ditaksir Capai Rp 1 Miliar
"Atas, titik atas dari tembok. Diduga karena korsleting," ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Bangunan rumah dua lantai itu mengalami kerusakan pada sejumlah bagian yang terdampak kobaran api.
"Mungkin kurang lebihnya sekitar Rp 35-40 jutaan," kata Trisakti terkait estimasi kerugian yang dialami keluarganya. (idy)