BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bangka Belitung, melakukan pertemuan dan diskusi dengan pimpinan, sekaligus pelaku usaha ekspor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ekspor daun ketapang Lukman, Kamis (11/6/2026) di Kantor Gubernur Babel.
Pelaku usaha, binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bangka Belitung ini telah mengekspor daun ketapang kering dari Provinsi Bangka Belitung ke berbagai negara maju satu di antaranya Amerika.
Mereka mendapatkan dukungan dan apresiasi dari Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sekaligus istri Gubernur Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani.
"Saya mengapresiasi UMKM ini, daun Ketapang kering asal kita ini sudah di ekspor ke Amerika, ini sangat bagus sekali, produk kita bisa sampai ke sana, go Internasional," kata Noni Hidayat Arsani, salam rilis yang diterima Bangkapos.com, Jumat (12/6/2026).
Noni berharap, pemerintah daerah, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bangka Belitung terus melakukan pembinaan dan memberikan bantuan kepada pelaku usaha, salah satunya PT. Central Charcoal Babelindo yang memproduksi daun ketapang kering ini.
“Nanti kita usulkan bantuan ya Pak Lukman. Disperindag Babel yang proses melalui Kementerian. Ini bagus, bungkusnya juga bagus, kita bangga bisa ekspor,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bangka Belitung Subekti Saputra, di dampingi Kabid SPPE Agus Setia Rini beserta jajarannya menjelaskan produk yang saat ini semakin diminati pasar nasional maupun internasional adalah produk daun ketapang kering asal Provinsi Bangka Belitung.
"Yang dimanfaatkan sebagai bahan alami untuk membantu menetralkan dan menjaga kestabilan kadar pH air pada akuarium serta budidaya ikan hias," katanya.
Dia menyebutkan, PT. Central Charcoal Babelindo merupakan pelaku usaha binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang bergerak dalam pengolahan dan produksi daun ketapang dengan mengedepankan kualitas, kebersihan, dan standar produksi yang baik.
Produk daun ketapang yang di produksi oleh PT. Central Charcoal Babelindo, sudah resmi di ekspor ke beberapa negara, diantaranya Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Singapura, Jerman dan Turki, misalnya saja pada tanggal 18 Mei 2026 lalu telah mengekspor daun ketapang sebanyak 13.920 pack ke negara Amerika Serikat.
"Produk yang dihasilkan telah dipasarkan secara luas dan pelaku usaha secara rutin telah melakukan kegiatan ekspor ke berbagai negara untuk memenuhi kebutuhan pasar pecinta ikan hias dan akuarium, yang terus meningkat," katanya.
Menurutnya, kepercayaan pasar internasional terhadap produk daun ketapang cacah asal Babel menjadi bukti bahwa produk lokal daerah, memiliki daya saing tinggi dan mampu menembus pasar global.
Sementara itu, Xirektur sekaligus pendiri usaha Daun Ketapang, yang berdiri di naungan PT. Central Charcoal Babelindo, Lukman, menuturkan, bahwa pihaknya sudah beberapa kali mengekspor daun ketapang ke beberapa negara, dan rencananya akan kembali mengekspor produk daun ketapang sebanyak 5000 pack ke Amerika Serikat dan produk alas reptil ke Inggris sebanyak 8725 Pack dalam waktu dekat.
"Kita ekspor ke berbagai negara yaitu ada Jepang, Turki, Jerman dan ada yang ke Singapura juga. Bulan depan di rencanakan ekspor kembali ke Amerika Serikat, " imbuhnya.
Menurutnya, proses produksi daun ketapang kering milik PT. Central Charcoal Babelindo terus berupaya ditingkatkan kapasitas produksinya, agar mampu memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat, melalui mencari bahan sendiri atau memberdayakan masyarakat sekitar.
(Bangkapos.com/Riki Pratama)