BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD), akan menerapkan prinsip zero growth.
Dalam seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun anggaran 2026, kebijakan ini diambil sebagai langkah rasional dalam menyesuaikan kondisi serta kemampuan keuangan daerah saat ini.
Kendati demikian, mekanisme teknis secara detail masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pemerintah pusat untuk proses seleksi CPNS tahun 2026.
"Kami sudah menerima surat edaran dari BKN mengenai rencana pembukaan tes CPNS. Namun, untuk petunjuk teknis (Juknis) serta aturan pelaksanaannya yang lebih mendalam, kami masih harus menunggu keputusan resmi dari pusat," terang Rismy kepada Bangkapos.com, Jumat (12/6/2026).
Lebih lanjut, Rimsy memaparkan bahwa dengan diterapkannya sistem zero growth, formasi yang dibuka nantinya benar-benar disesuaikan secara berimbang dengan jumlah aparatur sipil negara (ASN) yang pensiun.
Berdasarkan data rekapitulasi BKPSDMD Bangka, terdapat sekitar 100 hingga 120 ASN di lingkungan pemda yang akan memasuki masa purnabakti sepanjang tahun 2026 ini.
Dari total angka pensiun, sektor pendidikan mencatatkan jumlah kehilangan pegawai terbesar. Oleh karena itu, Rimsy menegaskan bahwa pemetaan formasi CPNS tahun ini akan sangat selektif dan memprioritaskan dua urusan pelayanan dasar yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
"Tenaga guru yang mendominasi pensiun dan kesehatan, sedangkan formasi tenaga administrasi dipastikan akan dibuka dalam jumlah yang sangat terbatas dan kita masih nunggu juknis dari pusat," terangnya.
Pihaknya sengaja belum mempublikasikan draf rincian formasi CPNS, demi menghindari kesimpangsiuran informasi sebelum regulasi pusat resmi ditetapkan.
"Draf kebutuhan riilnya sudah kami susun secara matang, baik untuk tenaga medis maupun guru. Namun, demi validitas informasi, pengumuman resmi baru akan kami buka secara transparan kepada publik setelah juknis dari kementerian terkait resmi diturunkan," ungkapnya. (Bangkapos.com/Adi Saputra).