TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktris Lutesha mengatakan adegan kesurupan menjadi salah satu momen paling menantang sekaligus paling menyenangkan selama syuting film 'Cerita Lila'.
Dalam film tersebut, ia memainkan karakter Tari dan harus menampilkan perubahan emosi yang ekstrem sebelum akhirnya mencapai titik klimaks.
Sembari menarik napas panjang, Lutesha merasa tantangan terbesar bukanlah adegan horornya, melainkan perjalanan emosional karakter Tari yang harus ia bangun sejak awal cerita.
"Ya untuk Tari sebenarnya, yang menantang kehidupannya si Tari sih," beber Lutesha di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, Jumat (12/6/2026).
"Bagaimana dia susahnya berjuang menghidupi Nia, ditambah lagi dia ditekan sama kondisi finansialnya, lagi berantemin hak asuh, terus ditambah lagi dia harus menjual rumahnya Rahma, diganggu Rahma, dan gangguan lainnya," kata Lutesha.
Berbagai tekanan yang dialami Tari membuat karakter tersebut memiliki rentang emosi yang sangat luas. Hal itulah yang menurut Lutesha paling sulit untuk diwujudkan di depan kamera.
"Ya yang paling (sulit) menurut aku dari karakter aku yang paling susah itu yaitu eskalasi emosinya dari yang bawah sampai klimaksnya itu susah banget sih," ujarnya.
Baca juga: Film Cerita Lila Segera Tayang di Bioskop pada 12 Juni 2026, Simak Sinopsis dan Daftar Pemainnya
"Yang paling seru tentunya kesurupan! Seru, mengejar-ngejar Nia seru. Sampai dia ketakutan beneran," ungkapnya sambil tertawa.
Tak hanya dituntut tampil meyakinkan secara akting, Lutesha juga harus menghadapi tantangan teknis yang cukup berat.
Dalam salah satu adegan, tubuhnya dipasangi perangkat kamera khusus sehingga ia harus berlari sambil menahan beban tambahan.
"Ada satu teknik di mana badan aku di-rigging kamera, jadi aku harus lari tapi kameranya cukup berat, berapa kilo itu nempel di badan aku dan itu harus tek-tokan sama anak kamera," jelasnya.
Akibat dari adegan kesurupan yang dilakono, Lutesha sering mengalami hilang suara yang berdampak ke adegan berikutnya.
"Itu pasti habis setelah adegan itu suaranya. Apalagi kita take-nya berkali-kali karena ada beberapa shot," kata Lutesha.
Lutesha menjelaskan bahwa tim produksi memang sempat mendiskusikan sejumlah referensi sebelum syuting, tetapi ketika kamera mulai merekam, semuanya berjalan secara natural.
"Kita sempat membicarakan referensi-referensi seperti mau apa, tapi pas hari H memang dibiarkan begitu aja dan keluarnya suaranya seperti itu," tuturnya.
Diakui Lutesha, sempat terkejut ketika mengetahui Cerita Lila bukan sekadar film horor biasa, karena memiliki lapisan drama yang sangat kuat dan emosional.
Cerita Lila mengangkat kisah nyata yang pernah ditelusuri Sara Wijayanto, yakni tentang arwah gadis kecil bernama Lila yang gentayangan.
Lila mencari saudara kembarnya yang hilang, Lili, sembari mengungkap rahasia kelam masa lalu.
Film tersebut rencananya akan tayang mulai 18 Juni 2026 di bioskop Indonesia.
(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)