TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Kenaikan harga bahan baku yang dipicu naiknya harga bahan bakar minyak (BBM), dan menguatnya nilai tukar dolar mulai dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Pekalongan.
Meski biaya produksi terus meningkat, sejumlah pedagang kuliner memilih bertahan dengan tidak menaikkan harga jual demi menjaga pelanggan tetap datang.
Baca juga: Tangki Modifikasi hingga Pelat Palsu Diintai Polisi, Awas Penimbun BBM Ilegal Terancam Bui 5 Tahun!
Salah satunya Nur Hidayah, pedagang nasi gulai di UMKM Center Kabupaten Pekalongan.
Ia mengaku, hampir seluruh bahan baku yang digunakan untuk berjualan mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, harga daging sapi yang sebelumnya sekitar Rp130 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp140 ribu per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada jeroan, balungan, bawang merah, bawang putih, hingga cabai yang menjadi bahan utama masakannya.
"Bahan baku naik semua. Daging naik, jeroan naik, balungan naik. Bawang merah, bawang putih, cabai juga naik," katanya kepada Tribunjateng.com, Jumat (12/6/2026).
Meski demikian, Nur belum berani menaikkan harga nasi gulai yang dijualnya.
Hingga saat ini, satu porsi nasi gulai masih dibanderol Rp10 ribu dengan porsi dan isi yang tetap sama.
Ia mengaku, sengaja mempertahankan harga untuk menjaga loyalitas pelanggan di tengah kondisi ekonomi yang dinilai sedang tidak mudah.
Baginya, yang terpenting usaha masih dapat berjalan dan tetap menghasilkan keuntungan meskipun tidak sebesar sebelumnya.
"Harganya masih Rp10 ribu, dan belum dikurangi apa-apa. Yang penting masih ada keuntungan dan usaha tetap bisa berputar," ujarnya.
Selain menghadapi kenaikan biaya produksi, Nur juga merasakan penurunan daya beli masyarakat.
Menurutnya, saat ini banyak warga yang memiliki kebutuhan lain sehingga mengurangi pengeluaran untuk membeli makanan di luar.
Nur berharap, pemerintah dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar tidak terus mengalami kenaikan yang memberatkan pedagang kecil.
Menurutnya, lonjakan harga yang terlalu tinggi akan berdampak langsung pada keberlangsungan usaha UMKM.
Baca juga: Resmi Berubah, Daftar Harga Bahan Bakar Minyak BBM Terbaru Jumat 12 Juni 2026, Naik Rp Jadi 17.000
"Harapannya harga-harga bisa stabil. Kalau ada kenaikan jangan terlalu tinggi karena pasti berimbas ke pedagang kecil," pungkasnya.
Di tengah tekanan kenaikan harga bahan baku dan biaya operasional, Nur mengaku masih berupaya bertahan dengan menahan harga jual.
"Langkah tersebut dilakukan agar, pelanggan tetap terjangkau sekaligus menjaga roda usaha kecil terus berputar," tambahnya. (Dro)