‘Saya memberi tekanan padanya!’ - Kylian Mbappe memperingatkan Didier Deschamps agar tidak pindah ke Italia setelah Piala Dunia terakhir bersama Prancis
Rina Kusumawati June 12, 2026 08:41 PM

Kylian Mbappe mendesak Didier Deschamps untuk mengakhiri kariernya di sepak bola internasional dengan cara yang gemilang daripada mengambil alih tim nasional lain setelah Piala Dunia 2026. Kapten tim Prancis itu mengakui bahwa ia berusaha memengaruhi rencana masa depan sang pelatih dan menyebut kemungkinan pindah ke Italia sebagai sesuatu yang “mengerikan” saat Les Bleus bersiap menjalani kampanye terakhir di bawah asuhan pelatih yang telah lama memimpin mereka.

Deschamps bersiap untuk Piala Dunia terakhirnya

Ketika Prancis bersiap menghadapi Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, perhatian mulai tertuju pada akhir sebuah era. Deschamps, yang telah memimpin tim nasional selama 14 tahun, diperkirakan akan meninggalkan jabatannya setelah turnamen tersebut berakhir. Kaptennya, Mbappe, bertekad memastikan pelatih berusia 57 tahun itu mendapatkan perpisahan yang layak atas kariernya yang dipenuhi trofi.

Tekanan terhadap Deschamps mengenai masa depan

Meskipun kepergiannya dari tim Prancis semakin dekat, Deschamps tetap berhati-hati dalam membicarakan rencana jangka panjangnya. Sang pelatih berulang kali menegaskan bahwa ia tidak menutup kemungkinan untuk kembali melatih klub atau bahkan menangani tim nasional lain di masa depan.

Namun, kemungkinan melihat mentornya berada di bangku cadangan tim lawan adalah sesuatu yang ingin dicegah oleh Mbappe. Ia mengakui telah berbicara secara terbuka di dalam kamp mengenai langkah selanjutnya yang akan diambil sang pelatih, dan menegaskan bahwa ia ingin memengaruhi keputusan tersebut.

Berbicara kepada M6, Mbappe mengatakan: “Cara terbaik untuk memberi penghormatan kepadanya adalah dengan menang karena dia sangat menyukai kemenangan. Kami akan berusaha memastikan dia memiliki pengalaman terbaik di antara Piala Dunia terakhir ini. Semoga ini menjadi yang terakhir baginya karena saya berharap dia tidak melatih tim lain.”

Mbappe kemudian menambahkan bahwa ia memang berusaha ikut campur dalam rencana masa depan Deschamps dengan mengatakan: “Saya memberi tekanan padanya.”

Prospek ‘mengerikan’ ke Italia

Spekulasi sering mengaitkan Deschamps dengan posisi pelatih tim nasional Italia, terutama mengingat hubungan kuatnya dengan negara tersebut sejak masa bermain dan melatih di Juventus. Dengan Gli Azzurri yang tengah berusaha membangun kembali tim setelah periode ketidakstabilan dan absen di beberapa Piala Dunia, reputasi Deschamps dianggap cocok untuk juara dunia empat kali itu. Namun, Mbappe sama sekali tidak menyukai kemungkinan tersebut.

Saat ditanya secara spesifik mengenai rumor yang mengaitkan Deschamps dengan kursi panas Italia, Mbappe tidak menahan pendapatnya. “Mereka mengatakan Italia, itu akan mengerikan,” ujar kapten tim Prancis tersebut.

Usaha terakhir menuju kejayaan Piala Dunia

Untuk saat ini, baik Mbappe maupun Deschamps tetap fokus pada misi Prancis di Piala Dunia. Setelah gagal di final tahun 2022, Les Bleus mengincar gelar dunia lainnya sekaligus memberikan perpisahan yang berkesan bagi pelatih mereka. Turnamen 2026 akan menjadi babak terakhir perjalanan Deschamps bersama Prancis. Sebelum membuat keputusan tentang masa depannya, ia akan memimpin skuadnya melalui satu kampanye terakhir dan berusaha menutupnya dengan hasil maksimal.

Les Bleus akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia dengan menghadapi Senegal pada laga pembuka Grup I pada 16 Juni. Setelah itu, mereka akan bertemu Irak pada 22 Juni dan menutup babak grup melawan Norwegia empat hari kemudian.

Seberapa jauh Prancis akan melangkah di Piala Dunia kali ini?

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.