Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH — Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah bersama Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaksanakan patroli udara guna memantau beberapa titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah barat selatan (Barsela), Jumat (12/6/2026).
Patroli udara tersebut dilakukan menggunakan Helikopter AW 169/P-3307 dengan rute pemantauan meliputi wilayah Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya, hingga Aceh Selatan.
Di mana, dalam beberapa waktu terakhir daerah ini terdeteksi terdapat sejumlah titik karhutla.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto mengatakan, patroli udara yang juga melibatkan Karo Ops Polda Aceh dan Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus itu dilakukan sebagai langkah pemantauan langsung guna mengetahui kondisi terkini di lapangan, sekaligus memastikan penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
"Dari hasil pemantauan ini, diharapkan diperoleh data akurat terkait lokasi, luas area terdampak, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam penanganannya," kata Joko.
Menurutnya, pemantauan dari udara menjadi salah satu metode yang efektif untuk mendeteksi sebaran titik api, terutama di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Informasi yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan strategi penanganan dan mitigasi karhutla.
Baca juga: Hujan Turun, Kebakaran Lahan Capai 99 Hektare di Nagan Raya Akhirnya Padam
Lebih lanjut, Joko menjelaskan, pihaknya akan terus bersinergi dengan instansi terkait lainnya, terutama BPBA dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla melalui kegiatan pemantauan, sosialisasi kepada masyarakat, hingga langkah penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.
Tak hanya itu, ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas, terutama saat kondisi cuaca panas atau kemarau.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan. Pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk menghindari terjadinya karhutla yang dapat merugikan masyarakat dan merusak lingkungan," pungkas Joko.(*)