Telkomsel Bangkitkan Asa Petani Rumput Laut di Tablolong Nusa Tenggara Timur
POS-KUPANG, COM, KUPANG – Telkomsel nama yang sudah memiliki brand dan tidak bisa disangkal bahwa kehadiran Telkomsel sudah menembus berbagai lapisan masyarakat. Apalagi di era serba digital seperti sekarang ini.
Karena itu, berbagai terobosan dan inovasi terus digaungkan demi kemajuan Telkomsel dan mampu bersaing, baik secara regional, maupun nasional.
Di tengah-tengah suasana ini, Telkomsel sebagai salah satu provider terbesar terus berinovasi dan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Kini, 31 tahun sudah kiprah Telkomsel di Nusantara. Bukan waktu yang singkat, Telkomsel sudah hadir sebagai solusi dalam dunia komunikasi digital.
Baca juga: Universitas Nusa Cendana Gandeng Telkomsel Survei Pelayanan Kampus
Momentum ini tentu sebagai ruang bagi Telkomsel untuk terus melakukan berbagai inovasi untuk melayani pelanggan di seantero Nusantara dengan mengedepankan semangat “Melayani Sepenuh Hati”.
Secara harfiah angka 31 adalah bilangan asli yang diapit oleh angka 30 dan 32.
Sedangkan secara spiritualitas dalam numerologi, angka ini melambangkan kreativitas, kepercayaan diri, kemandirian dan dorongan untuk mewujudkan impian dengan fondasi yang sangat kokoh.
Berkaca dari makna di atas, maka sudah sangat sejalan dengan apa yang dilakukan Telkomsel.
Di usia 31,Telkomsel berkreativitas dengan sangat percaya diri sebagai provider telekomunikasi terbesar yang juga memiliki kemandirian dengan fondasi yang kokoh.
Di tahun 2026 sendiri Telkomsel One hadir sebagai solusi terpadu untuk gaya hidup digital masa kini.
Kreativitas dan inovasi lain Telkomsel yakni menerapkan registrasi biometrik wajah untuk nomor seluler baru. Bahkan di momentum hari besar keagamaan tahun ini, Telkomsel juga selalu hadir memberi warna.
Di Flores NTT misalnya, Telkomsel hadir di dunia pendidikan dengan program CSR: Telkomsel jaga cita belajar, belajar tanpa batas di Pulau Flores NTT dengan menyasar lebih dari 1.750 penerima manfaat yang terdiri dari siswa, guru dan ekosistem sekolah.
Bukan itu saja, di usia ke-31 ini, Telkomsel terus melakukan pelayanan bagi masyarakat.
Beberapa contoh bisa kita lihat diantaranya, Telkomsel sendiri telah memperkuat perannya sebagai digital ecosystem enabler melalui layanan bernilai.
Kegiatan Telkomsel di Kota Kupang salah satunya adalah aksi sosial berupa donor darah yang dilakukan pada Selasa 1 Juni 2026 di Kantor Telkomsel, Jalan WJ Lalamentik, Kota Kupang.
Sesuai tema bahwa 31 tahun Telkomsel hadir melayani sepenuh hati bagi masyarakat Indonesia.
Di tengah dinamika industri yang menantang, Telkomsel secara konsisten memimpin inisiatif industri digital dengan meningkatkan kualitas layanan melalui berbagai strategi.
Tentu bukan saja terpaku pada satu bidang pelayanan konektivitas, tetapi cukup paripurna, baik itu di bidang sosial kemanusiaan, kesehatan, pendidikan dan lainnya. Bahkan UMKM pun menjadi perhatian Telkomsel.
Di Bidang UMKM, Telkomsel turut memberi kontribusi bagi petani rumput laut di Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.
Untuk pemasaran rumput laut, petani rumput laut memanfaatkan peran Telkomsel, baik untuk promosi secara online melalui media sosial, juga sebagai ujung tombak komunikasi digital.
Danial Hoan, salah satu petani rumput laut yang ditemui wartawan pada Kamis (11/6/2026) memberi apresiasi terhadap kehadiran Telkomsel di Tablolong.
"Kami warga nelayan dan juga petani rumput laut rata-rata gunakan Telkomsel. Ada beberapa saja yang gunakan kartu lain," kata Danial.
Dia mengisahkan, bagaimana dengan Telkomsel (kartu seluler Telkomsel) bisa membantu usaha rumput laut.
Beberapa waktu lalu, menurut Danial, Bupati Sumba Tengah, Paulus K Limu sempat datang ke Tablolong dan membeli bibit rumput laut.
"Kehadiran bapak bupati dan tim dari Dinas Kelautan dan Perikanan Sumba Tengah itu juga karena mengetahui budidaya rumput laut di Tablolong melalui media sosial. Ini juga berkat Telkomsel," kisahnya.
Beberapa waktu kemudian Bupati Sumba Tengah, Paulus K Limu menghubunginya melalui telepon bahwa bibit rumput laut yang diperoleh dari Tablolong tumbuh baik dan berkembang.
"Jadi saya mau bilang lewat Telkomsel ini usaha berkembang dan kami juga saling komunikasi tentang bagaimana usaha rumput laut," ujarnya.
Kepala Desa Tablolong, Zet AM Nggadas yang dikonfirmasi di Kantor Desa Tablolong, Kamis (11/6) membenarkan, kehadiran saluran telekomunikasi di wilayah setempat menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan.
"Kami di sini semua gunakan Telkomsel, kecuali yang dekat pesisir, ada beberapa warga menggunakan saluran lain," ujar Zet.
Menurut Zet, di sekitar Desa Tablolong ada industri pembangkit listrik atau PLTU Timor 1, yang mana kehadiran Telkomsel sangat membantu dalam hal komunikasi.
Sementara itu total petani rumput laut di Desa Tablolong ada sekitar 350 warga yang menggantungkan hidupnya dari usaha rumput laut.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho menyampaikan “Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi
Telkomsel dalam memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih sehat, berkualitas, dan berkelanjutan.
Di tengah dinamika industri yang masih penuh tantangan, Telkomsel terus menjaga kepemimpinan pasar
melalui fokus pada customer value, kualitas layanan broadband, dan pengalaman digital yang semakin relevan bagi masyarakat Indonesia.”
Di tahun 2025 Telkomsel sudah membuktikan kiprahnya , tentu tahun 2026 ini akan lebih berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dirgahayu ke-31 Telkomsel: Melayani dengan sepenuh hati bagi masyarakat Indonesia. (*)