Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol
TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Kekhawatiran masyarakat pelanggan PLN karena terlalu seringnya pemadaman listrik di Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Madura, mulai terbukti.
Satu mesin kompresor penggerak peralatan-peralatan hidrolis di pabrik pengemasan air mineral Bariklana, di Desa Parseh, Kecamatan Socah, mengalami kerusakan pada dinamo, Jumat (12/6/2026) malam.
Kerusakan terhadap dinamo mesin kompresor itu diketahui para pekerja ketika hendak melanjutkan produksi selepas waktu salat Isya atau sekitar pukul 19.00 WIB.
Namun dinamo kompresor merek Teko 15 Pk pabrikan Jerman itu tidak bisa dioperasikan.
Rusaknya dinamo mesin kompresor itu kemudian direkam pemilik air mineral Bariklana, Abdurrahman melalui kamera ponselnya dan dikirim ke sejumlah grup WhatsApp (WA) dengan narasi Bahasa Madura.
"Assalamualaikum, ollenah se padam tok, a pak-dampak ke dinamo. Adoh a rea naggin rempah juta, melarat kennengah, adoh-adoh dek remmah riyah. Minta gaenteh ke PLN, paroh edeng mon lok bisa, san tellat nelpon tok, minta tolong lok bisa produksi se areh legguk."
(Assalamualaikum, ini hasil karena listrik sering padam, berdampak ke dinamo. Aduh, ini harus berapa juta, sulit carinya, aduh bagaimana ini. Minta ganti ke PLN, 50-50 kalau tidak bisa, kami telat bayar ditelepon terus, minta tolong besok seharian tidak bisa produksi).
Dikonfirmasi berkaitan video 39 detik itu, Abdurrahman mengungkapkan, dinamo kompresor itu adalah ibarat jantung pada tubuh manusia yang memompa semua peralatan-peralatan yang bekerja dengan sistem hidrolik.
Baca juga: Warga Bangkalan Mengeluh Listrik Sering Padam, Layanan Polsek Terhenti, Pengusaha Air Mineral Rugi
"Bukan hanya sulit mendapatkan kompresor merek itu, tetapi juga mahal, sekitar Rp220 juta. Semua peralatan hidrolis bertumpu ke kompresor yang dinamonya rusak itu, kebutuhan pasokan listriknya juga paling besar," ungkap Abdurrahman kepada TribunMadura.com.
Ia menjelaskan, pasokan listrik ke pabrik itu kembali normal pada pukul 16.09 WIB setelah padam selepas waktu salat Jumat sekitar pukul 12.30 WIB.
Pemadaman listrik siang itu terhitung yang ketiga sejak tiga hari sebelumnya.
"Mau tidak mau harus mencari ke Surabaya karena saya kejar pelayanan, tapi saya akan komunikasikan dengan PLN atas kerusakan dinamo kompresor ini," tegasnya.
Baca juga: Madura EV-Day 2026 Digelar di Sumenep, Hadirkan Konvoi Kendaraan Listrik hingga Doorprize Menarik
Keandalan pasokan listrik di Kabupaten Bangkalan, khususnya di Kecamatan Socah dalam beberapa pekan terakhir menjadi sorotan warga.
Pemicunya tidak lain karena permasalahan klasik, listrik masih sering padam setiap hari, bahkan hingga sehari dua kali yang membuat warga mulai kompak bersuara keras.
Bahkan pihak Polsek Socah, melalui Kanit Reskrim Aiptu Zainal Airif mengeluh karena terjadinya pemadaman listrik terlalu sering.
Sehingga berdampak terhadap pelayanan adminstrasi di polsek bahkan warga harus menunggu listrik menyala atau diarahkan ke Polres Bangkalan agar segera mendapatkan pelayanan.
Baca juga: Kecelakaan di Lamongan, Truk Tronton Tabrak Tiang Sebabkan Listrik di Dusun Tesan Padam
Listrik yang padam juga berdampak pada produksi air mineral Bariklana di Bangkalan.
"Karena listrik menyala pukul 16.09 WIB, para pekerja memutuskan produksi dilakukan setelah waktu salat Isya karena waktunya mepet dengan waktu salat Magrib. Setelah mau mulai produksi, mesin kompresor mati," papar Abdurrahman.
Padahal pada Sabtu (13/6/2026), lanjut Abdurrahman, pihaknya mengejar produksi 1.500 karton air mineral kemasan botol dan 6.000 botol air mineral kemasan cup atau gelas.