Gubernur Maluku Dorong Warga Lokal Pelaku Utama Proyek Blok Masela: Jangan Jadi Penonton
Fandi Wattimena June 12, 2026 09:02 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pemerintah Provinsi Maluku menegaskan bahwa masyarakat dan pelaku usaha lokal harus menjadi penerima manfaat utama dalam pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela. 

Komitmen itu ditegaskan dalam Focus Group Discussion (FGD) Blok Masela yang membahas penguatan ekosistem rantai pasok guna mendukung Proyek Abadi LNG, berlangsung di Swiss-Belhotel Ambon, pada Kamis (11/6/2026). 

Pesan kuat tersebut disampaikan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, melalui sambutan yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Maluku, Kasrul Selang. 

Gubernur menegaskan, keberhasilan Blok Masela tidak boleh hanya diukur dari besarnya investasi atau kapasitas produksi gas yang dihasilkan, tetapi dari sejauh mana masyarakat Maluku mampu menjadi bagian utama dalam rantai ekonomi yang tercipta.

“Kita tidak boleh menjadi penonton di tanah sendiri. Sebaliknya, kita harus menjadi pelaku, penggerak, dan penerima manfaat utama dari pembangunan yang sedang berlangsung, “ tegas gubernur.

FGD bertema “Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok Berbasis Peningkatan Kapasitas Penyedia Barang dan Jasa untuk Menunjang Proyek Abadi LNG “ itu digelar atas kolaborasi Universitas Pattimura dan INPEX Masela Ltd. 

Baca juga: Gubernur Maluku: Blok Masela Harus Segera Berjalan, Tak Bisa Ditunda Lagi

Baca juga: Kenakan Jersey Argentina, Bupati Malteng Bang Ozan Ajak Jaga Kesatuan di Pildun 2026

Pemerintah Provinsi Maluku mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan. 

Menurut Gubernur, Blok Masela merupakan proyek strategis yang memiliki nilai ekonomi dan geostrategis besar bagi Indonesia. 

Kehadirannya diharapkan menjadi momen percepatan transformasi ekonomi Maluku melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, serta tumbuhnya pusat ekonomi baru yang berkelanjutan. 

“Kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama untuk memastikan bahwa kehadiran Proyek Blok Masela tidak hanya menjadi proyek energi berskala nasional, tetapi juga menjadi penggerak transformasi ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku,” ujar Gubernur dalam sambutan tertulisnya.

Namun ia mengingatkan bahwa manfaat proyek tersebut harus benar-benar dirasakan masyarakat daerah. 

“Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat Maluku menjadi pelaku utama dalam rantai ekonomi yang terbentuk, ketika pelaku usaha lokal mampu menjadi bagian dari rantai pasok, dan ketika generasi muda Maluku memiliki kompetensi untuk mengisi berbagai peluang kerja dan usaha yang tersedia,“ ujarnya. 

Karena itu tema FGD dinilai sangat relevan untuk mempersiapkan ekosistem rantai pasok yang kuat dan inklusif. 

Pemprov Maluku berharap pelaku usaha lokal mendapatkan akses lebih luas terhadap informasi, pendampingan, sertifikasi, pembiayaan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, agar mampu memenuhi standar industri migas bersekala besar. 

Selain itu, Pemprov Maluku berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menyiapkan SDM unggul, memperkuat UMKM dan pelaku usaha daerah, meningkatkan konektivitas dan infrastruktur pendukung, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif. 

Dalam sambutannya, Gubernur juga menyoroti peran strategis Universitas Patimura sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi yang dapat menghasilkan rekomendasi bagi perumusan kebijakan pembangunan daerah. 

Blok Masela lanjutnya, diharapkan menjadi katalisator pembangunan jangka panjang dalam mewujudkan Maluku yang maju, adil, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.

Akhir sambutan, Pemprov Maluku berharap forum tersebut melahirkan berbagai rekomendasi dan langkah konkrit yang dapat ditindaklanjuti bersama untuk membangun ekosistem ekonomi daerah yang lebih kuat, kompetitif, dan berdaya saing.

“Setiap gagasan dan pemikiran yang lahir hari ini akan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi Maluku yang lebih kuat, kompetitif, dan berdaya saing,” tutupnya.

Acara tersebut dihadiri oleh, Perwakilan Bupati Maluku Barat daya dan Bupati Kepulauan Tanimbar, Rektor Universitas Pattimura, Perwakilan INPEX Masela Ltd, Pimpinan OPD Bidang Terkait Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.