TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Suara klakson kendaraan terdengar bersahutan di bundaran kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (11/6/2026) sore.
Bukan karena kemacetan atau kecelakaan lalu lintas, melainkan respons pengendara terhadap poster bertuliskan "Klakson Kalau Kamu Capek Jadi WNI" yang dibawa sejumlah mahasiswa.
Aksi ini pun viral setelah videonya beredar di berbagai platform media sosial.
Dalam rekaman video, tampak mahasiswa berdiri sambil memegang poster berukuran besar dan mengarahkan tulisan itu kepada pengendara yang melintas.
Tak lama kemudian, suara klakson terdengar berulang kali dari sepeda motor maupun mobil yang melintas.
Respons itu disambut sorak-sorai dan tepuk tangan para mahasiswa.
Baca juga: Aliansi BEM Banyumas Raya Susun Kekuatan Siap Turun ke Jalan, Soroti Harga BBM Hingga Rupiah Melemah
Penanggung jawab aksi, Memet mengatakan, kegiatan ini digelar secara spontan saat Komunitas Lapak Baca UMP mengadakan kegiatan rutin melapak di lingkungan kampus.
"Untuk estimasi yang mengikuti aksi, kurang lebih 20-an orang silih berganti, karena aksi itu dilakukan secara spontan dan melibatkan orang-orang yang berlalu-lalang di lingkungan kampus," kata Memet saat dikonfirmasi Tribunbanyumas.com, Jumat (12/6/2026).
Peserta aksi ternyata tidak hanya berasal dari UMP.
Sejumlah mahasiswa lain dari Universitas Harapan Bangsa (UHB) dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) juga ikut bergabung dan menyemarakan aksi.
Memet menjelaskan, ide aksi tersebut muncul setelah melihat konten serupa beredar di media sosial.
"Pada saat melihat konten tersebut, kami mempunyai ide melakukan di saat kegiatan kami melapak hari Kamis," ujarnya.
Ia mengatakan, penggunaan klakson kendaraan sebagai media penyampaian aspirasi dipilih karena dinilai unik dan mudah melibatkan masyarakat secara langsung.
Menurutnya, klakson menjadi simbol sederhana mengekspresikan keresahan yang dirasakan banyak orang terhadap kondisi yang dianggap penuh ketidakpastian.
"Tujuan sebenarnya menyampaikan keresahan saja di kondisi ketidakpastian sekarang ini, walau hanya melalui klakson."
"Sebab, semua media bisa menjadi alat perlawanannya sendiri," kata Memet.
Baca juga: Hari Ini Ribuan Mahasiswa Akan Demo Serbu Jakarta, Tuntut Stop MBG
Ia menilai, banyaknya pengendara yang membunyikan klakson menunjukkan pesan yang mereka sampaikan mendapat respons dari masyarakat.
Hal ini juga menjadi bukti, masyarakat lelah dengan kondisi sekarang ini.
Video aksi tersebut hingga kini terus beredar di media sosial dan menuai beragam tanggapan dari warganet.
Aksi tersebut sebagai bentuk kritik sosial yang kreatif, sementara lainnya menilai aksi tersebut sebagai cara unik menyampaikan keresahan publik di ruang terbuka. (*)