Jadwal Final Liga Basket Kampus 2026: Ubaya Vs SCU dan Perbanas Kontra UKSW
Eko Priyono June 12, 2026 11:32 PM

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Babak final Campus League 2026-Basketball The Nationals Season 1 dipastikan berlangsung sengit dengan mempertemukan empat tim terbaik dari sektor putra dan putri.

Duel panas antara Universitas Surabaya (Ubaya) vs Soegijapranata Catholic University (SCU) di kategori putri serta Institut Perbanas vs Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) di sektor putra akan menjadi penentu sejarah, siapa yang berhak menyandang gelar juara perdana dalam turnamen basket antarperguruan tinggi terbesar di Indonesia tahun ini.

Pertandingan puncak yang berlangsung di GOR Universitas Pelita Harapan (UPH), Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (13/6/2026) diprediksi menghadirkan atmosfer kompetitif tinggi. Keempat tim datang dengan modal performa impresif sejak fase grup hingga semifinal, termasuk kemenangan dominan SCU dan comeback dramatis Perbanas yang menjadi sorotan sepanjang turnamen.

Selain perebutan gelar juara, partai final ini juga menjadi ajang pembuktian kualitas pembinaan atlet basket di level kampus. Para pemain muda menunjukkan potensi besar dengan permainan cepat, disiplin, dan penuh determinasi, membuka peluang mereka untuk melangkah ke level profesional di masa depan.

Turnamen basket antarperguruan tinggi terbesar ini berlangsung sejak 7 Juni 2026 lalu. Pesertanya 10 tim putra serta delapan tim putri dari 13 universitas yang sebelumnya lolos dari fase regional di Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Samarinda dan Jakarta.

Adapun 13 perguruan tinggi yang berpartisipasi yakni Ubaya, UPH, Universitas Semarang (USM), Institut Teknologi Harapan Bangsa Bandung (ITHB), Universitas Mulawarman (Unmul), Universitas Maranatha Bandung, UKSW, Universitas Cendrawasih (Uncen), Bina Nusantara University (Binus), Institut Perbanas Jakarta, SCU, Universitas Katolik Parahyangan dan Universitas Ciputra Makassar.

Dominasi SCU

Di sektor putri, SCU tampil dominan saat menghadapi UKSW di babak semifinal, Jumat (12/6/2026). SCU sukses mengamankan kemenangan telak dengan skor 67-23 untuk melangkah ke final. Di semifinal lainnya, Ubaya berhasil menyingkirkan tuan rumah UPH dengan skor meyakinkan 81-50.

Hasil tersebut memastikan Ubaya menantang SCU dalam perebutan gelar juara musim pertama Campus League Basketball The Nationals. Kapten tim putri Ubaya, Mayviana Lysandra Tandiono mengungkapkan faktor utama di balik kemenangan timnya atas UPH.

"Kunci kemenangan kami di pertandingan semifinal adalah semangat dan kebersamaan. Di awal pertandingan kami sempat tegang sehingga kesulitan untuk mengembangkan permainan. Namun, kami semua berusaha untuk tenang sehingga bisa bermain lebih baik mulai kuarter ketiga dan memperlebar keunggulan," kata Mayviana.

Menghadapi laga final, pelatih tim putri Ubaya Wellyanto Pribadi menilai pertandingan kontra SCU akan berlangsung sangat ketat. Menurutnya, kedua tim memiliki peluang yang sama untuk menjadi juara.

"Kami sudah pernah menghadapi mereka di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) 2025. Saat itu, kami cukup beruntung bisa meraih kemenangan karena mereka sangat menyulitkan di sepanjang laga. Jadi, menurut saya kali ini peluang menjadi juara bagi kedua tim 50-50 dan buat tim kami yang terpenting adalah perlu bermain lebih disiplin dan fokus dalam bertahan," ujarnya.

Tampil impresif

Sementara itu dari sektor putra, Institut Perbanas Jakarta berhasil menciptakan comeback impresif saat menghadapi tuan rumah UPH. Setelah tertinggal pada dua kuarter awal, Perbanas bangkit dan membalikkan keadaan sebelum akhirnya menang dengan skor 59-50.

Di semifinal lainnya, UKSW mengatasi perlawanan Ubaya dengan skor akhir 63-55 dan memastikan tempat di partai final. Shooting guard Institut Perbanas, Zaky Al Hakim mengatakan kemenangan atas UPH menjadi hasil dari kerja keras seluruh tim yang tidak ingin mengecewakan para pendukung.

"Di pertandingan melawan UPH sempat ketinggalan di awal, tetapi berhasil bangkit dan membalikkan keadaan di kuarter ketiga. Kami tidak ingin mengecewakan banyak orang yang sudah memberikan dukungan sehingga kami harus mengeluarkan 100 persen kemampuan. Senang sekali kami bisa menang di semifinal, tetapi masih ada satu pertandingan tersisa yang perlu dimainkan dan kami harus menjadi juara," kata Zaky.

Pelatih tim putra Institut Perbanas, Zulfahrizal menilai faktor mental menjadi kunci kebangkitan timnya setelah tertinggal di awal pertandingan.

"Kami sudah melakukan semua persiapan yang dibutuhkan sebelum pertandingan semifinal, namun kami tetap tertinggal di awal. Sehingga saya coba memainkan psikologis pemain supaya bisa berusaha lebih keras lagi dan ternyata berhasil. Menatap laga final, siapa pun lawannya nanti sudah pernah kami hadapi. Kami hanya perlu fokus ke permainan sendiri untuk lebih disiplin dan menampilkan organisasi permainan baik dalam bertahan mau pun menyerang lebih baik dari hari ini," ujar Zulfahrizal.

Dapatkan informasi lain dari Wartakotalive.com lewat WhatsApp di sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.