BPJS Kesehatan Atambua Perkuat Kolaborasi dengan Media, Dorong Informasi JKN yang Akurat
Apolonia Matilde June 13, 2026 05:19 AM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur


POS-KUPANG.COM, ATAMBUA -  BPJS Kesehatan Cabang Atambua menggelar kegiatan media gathering bersama insan pers di Kabupaten Belu, wilayah perbatasan RI-RDTL, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi antara BPJS Kesehatan Cabang Atambua dan media dalam menyampaikan informasi yang akurat, edukatif, dan berkualitas kepada masyarakat.

Plh. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Atambua, Dwi Chresna Purwaningsih mengatakan, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan amanat konstitusi yang dijalankan secara gotong royong oleh seluruh elemen bangsa.

“JKN adalah milik bersama yang keberhasilannya ditentukan oleh kolaborasi semua pihak, termasuk media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang benar dan berimbang kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, hingga tahun 2025 jumlah peserta JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2014 yang hanya sekitar 133 juta jiwa. Tingkat keaktifan peserta saat ini berada di angka 81 persen.

Dari sisi pelayanan, pemanfaatan layanan kesehatan terus mengalami peningkatan. Sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 725,3 juta kunjungan layanan kesehatan, naik drastis dibandingkan 92 juta kunjungan pada tahun 2014.

Selain itu, tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan JKN mencapai 92,9 persen, yang menunjukkan tingginya kepercayaan publik terhadap program tersebut. Seluruh provinsi di Indonesia juga telah mencapai Universal Health Coverage (UHC), termasuk Kabupaten Belu. 

“Capaian ini menunjukkan bahwa JKN benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Kita bersyukur Kabupaten Belu juga telah mencapai UHC,” kata Dwi.

Ia menambahkan, BPJS Kesehatan saat ini telah bekerja sama dengan 23.770 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 3.194 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) guna memastikan akses layanan kesehatan yang merata.

Lebih lanjut, Dwi menjelaskan program JKN tidak hanya berdampak pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

“JKN berkontribusi terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto hingga Rp129 triliun dan menciptakan sekitar 3,5 juta lapangan kerja. Selain itu, program ini juga melindungi jutaan masyarakat dari risiko kemiskinan akibat biaya kesehatan,” jelasnya.

Dalam upaya meningkatkan kemudahan layanan, BPJS Kesehatan terus menghadirkan berbagai inovasi, baik layanan tatap muka maupun digital. Di antaranya BPJS Keliling, Mal Pelayanan Publik, serta kanal layanan non tatap muka seperti Mobile JKN, PANDAWA, Care Center 165, hingga layanan virtual lainnya.

BPJS Kesehatan juga menghadirkan Program REHAB 3.0 sebagai solusi bagi peserta yang memiliki tunggakan iuran, dengan skema pembayaran secara bertahap, baik bulanan, mingguan, maupun harian melalui virtual account.

“Program ini memberikan kemudahan bagi peserta untuk melunasi tunggakan secara fleksibel, sehingga kepesertaan dapat kembali aktif dan layanan kesehatan tetap bisa diakses,” ungkapnya.

Dwi juga mengingatkan pentingnya peran peserta dalam menjaga keberlanjutan program JKN, salah satunya dengan membayar iuran tepat waktu dan mengikuti prosedur layanan yang berlaku.

Selain itu, peserta juga didorong untuk melakukan skrining riwayat kesehatan secara rutin sebagai langkah deteksi dini terhadap risiko penyakit.

“Keberlanjutan JKN membutuhkan komitmen bersama. Kami mengajak seluruh peserta untuk disiplin membayar iuran dan aktif menjaga kesehatan,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara BPJS Kesehatan dan media terus diperkuat dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Kami berharap media dapat terus menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang positif, sehingga pemahaman masyarakat terhadap JKN semakin baik dan partisipasi terus meningkat,” pungkasnya. (gus)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.