Usung 5 Tuntutan di Aksi Indonesia Menuju Bangkrut, Mahasiswa Sebut Prabowo-Gibran Gagal
Hari Widodo June 13, 2026 07:46 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Massa aksi dari mahasiswa dan masyarakat akhirnya membubarkan diri dari kawasan HM Thamrin, arah Bundaran HI, pada Jumat (12/6/2026) malam, setelah menggelar aksi unjuk rasa sejak siang hari.

Sebelumnya, massa sempat dilarang oleh polisi untuk menggelar aksi demonstrasi di Bundaran HI karena dianggap sebagai salah satu pusat perekonomian.

Langkah massa aksi mahasiswa ini tertahan oleh barisan tentara dan polisi yang dilengkapi dengan barrier taktis. Bahkan, terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat keamanan karena aksi blokade tersebut.

Mahasiswa kemudian dibantu oleh ojol membuka blokade polisi dan TNI yang menahan masa aksi di dekat stasiun Sudirman.

Baca juga: Turun ke Jalan 15 Juni, BEM SI Kalsel Serukan Aksi Revolusi Indonesia 

Di balik tameng, rupanya pengamanan dilakukan secara berlapis. Aparat keamanan yang berjaga terbagi menjadi tiga lapis.

Lapisan pertama dijaga oleh anggota Ditsabhara. Lapisan berikutnya oleh anggota TNI hingga lapisan terakhir oleh anggota Brimob.

Para mahasiswa kemudian duduk di tengah jalan menutupi ruas jalan MH Thamrin.

Dalam aksi bertajuk “Indonesia Menuju Bangkrut” ini, para mahasiswa menuntut pemerintah untuk segera mengambil langkah tegas terkait kebijakan ekonomi yang dinilai memberatkan rakyat.

Mereka yang ikut serta di antaranya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh fakultas Universitas Indonesia (UI), mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Di hadapan anggota TNI-Polri massa aksi mahasiswa sampaikan aspirasinya.

“Kita ke sini datang dengan keresahan, tuntutan kita sederhana harga kembali stabil. Prabowo Gibran gagal,” ucap pendemo dengan pengeras suara.

Mahasiswa menyatakan bahwa kondisi Indonesia saat ini telah mengalami kebangkrutan.

“Kondisi saat ini bangkrut, dua kata yang menggambarkan Indonesia saat ini, bangkrut secara ekonomi, hukum, penegakan HAM,” jelasnya.

Massa aksi menegaskan bukan teroris, hanya ingin menghentikan program MBG.

“Rezim hari ini kita sebagai rakyat ditindas habis-habisan, MBG kecil bisa dibubarkan, dana MBG bisa dialihkan untuk pendidikan, kami ini bukan teroris, kami hanya ingin hentikan MBG,” tegas pendemo.

Bendera dari sejumlah universitas hingga organisasi mahasiswa pun berkibar menemani teriakan dari massa aksi yang diblokade aparat keamanan.

Selain itu, poster-poster yang berisikan tulisan protes pun mereka bawa untuk menyuarakan kondisi perekenomian di Indonesia yang tengah menjadi sorotan.

Blokade petugas tak menyurutkan semangat mahasiswa dalam menyampaikan tuntutannya. Lima tuntutan demo menjadi isu utama yang dibawa mahasiswa.

Lima tuntutan utama yang ditujukan kepada pemerintah, yaitu: Pertama, menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kedua menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), dan ketiga menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

Kemudian keempat menghentikan militerisme di ranah sipil, dan lima mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak.

Hingga malam Kawasan Thamrin-Sudirman, masih dipenuhi massa aksi yang berdemonstrasi.

Mereka berhadap-hadapan langsung dengan tameng besi polisi yang membentang dari sisi jalan ke sisi jalan lainnya.

Baca juga: SPPG Pekapuran Raya Tak Operasional, Sekolah Penerima di Banjarmasin Ini Dua Hari Tak Terima MBG

Massa aksi yang terdiri dari berbagai elemen mulai dari mahasiswa, pengemudi ojek online, hingga warga sipil lainnya, terus menyanyikan lagu-lagu perjuangan, seraya meneriakkan tuntutan.

Orator mahasiswa menyerukan kepada rekan-rekannya untuk bertahan.

“Kami tidak akan bergerak sampai pemerintah hadir di sini,” kata orator. (tribunnews.com/kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.