Pidato Florentino Perez Berbuah Masalah, Barcelona Siapkan Gugatan Pidana
Arif Tio Buqi Abdulah June 13, 2026 07:57 AM

TRIBUNNEWS.COM - Barcelona dikabarkan tengah menyiapkan langkah hukum terhadap presiden Real Madrid, Florentino Perez, setelah pernyataannya terkait kasus Negreira dinilai mencemarkan nama baik klub asal Catalunya tersebut.

Sebagai langkah awal, Barcelona telah mengajukan permohonan mediasi wajib sebelum melayangkan gugatan pidana atas dugaan pencemaran nama baik.

Barcelona menegaskan akan melanjutkan proses hukum apabila upaya mediasi tidak menghasilkan penyelesaian.

Dalam pernyataan resminya, Barcelona menyebut tindakan tersebut diambil menyusul sejumlah pidato Florentino Perez yang dianggap fitnah dan merusak reputasi klub.

"FC Barcelona menginformasikan bahwa pada hari ini telah diajukan permohonan mediasi wajib sebelum pengajuan pengaduan pidana atas dugaan pencemaran nama baik terhadap Presiden Real Madrid, Florentino Perez," tulis pernyataan klub.

Barcelona menilai Perez menyampaikan tuduhan yang tidak dapat dibuktikan dan dilakukan dengan kesadaran penuh atas dampaknya terhadap citra klub.

"Tujuan tindakan ini adalah agar Florentino Perez menarik kembali pernyataan-pernyataan tertentu yang dibuatnya dengan kesadaran akan kepalsuannya dan yang bersifat fitnah serta merusak nama baik klub," tambah keterangan Barcelona.

Klub Catalan itu juga memastikan akan melanjutkan ke jalur hukum apabila Perez tidak memberikan respons yang memadai terhadap permintaan mediasi tersebut.

"Jika tuntutan ini tidak ditanggapi sebagaimana mestinya, Barcelona akan melanjutkan dengan pengajuan pengaduan pidana yang sesuai," tambah keterangan Barcelona.

Baca juga: Barcelona Menangis, Bernardo Silva Lebih Memilih Gabung Real Madrid

Polemik ini bermula dari konferensi pers Florentino Perez pada 12 Mei lalu ketika membahas kasus Negreira, salah satu isu paling sensitif dalam sepak bola Spanyol dalam beberapa tahun terakhir.

Kasus Negreira adalah skandal hukum dan olahraga di Spanyol terkait dugaan suap yang melibatkan Barcelona, seperti yang dilaporkan Marca.

Barcelona didakwa membayar lebih dari Rp145 miliar antara tahun 2001 hingga 2018 kepada perusahaan milik Jose Maria Enriquez Negreira, mantan Wakil Presiden Komite Teknis Wasit (CTA) Spanyol.

Dalam pidato tersebut, Perez mengklaim bahwa Real Madrid telah dirugikan selama bertahun-tahun dan kehilangan sejumlah gelar Liga Spanyol.

"Saya sudah berada di sini selama bertahun-tahun dan hanya memenangkan tujuh Liga Champions serta tujuh gelar La Liga. Seharusnya bisa menjadi 14 gelar liga karena tujuh di antaranya dicuri dari saya," ujar Perez.

Ia juga menuding bahwa bukan hanya Real Madrid yang dirugikan, tetapi juga klub-klub lain di Spanyol.

"Barcelona selalu diuntungkan. Mari kita lihat apakah UEFA akan ikut campur karena mereka pasti akan terlibat. Tidak mungkin seseorang menerima pembayaran selama lebih dari 20 tahun tanpa menimbulkan pertanyaan."

Perez kemudian menambahkan pernyataan yang dianggap paling kontroversial oleh Barcelona.

"Saya datang ke sini bukan agar para wasit menjadi kaya dari uang Barcelona."

Komentar tersebut dinilai telah menyerang reputasi institusi klub secara langsung dan menjadi alasan utama Barcelona mempertimbangkan jalur pidana.

Konflik ini menjadi babak terbaru dalam rivalitas panjang antara Barcelona dan Real Madrid yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Hubungan kedua klub sempat mencapai titik panas pada tahun 2000 ketika Florentino Perez memenangkan pemilihan presiden Real Madrid dan sukses merekrut Luis Figo dari Barcelona dalam salah satu transfer paling kontroversial dalam sejarah sepak bola.

Menurut sejumlah laporan Mundo Deportivo, Barcelona juga sempat mempertimbangkan langkah hukum terhadap mantan pemain dan pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, yang pernah melontarkan komentar serupa terkait kasus Negreira.

Namun rencana tersebut urung dilanjutkan karena Arbeloa sudah tidak lagi menjadi bagian dari struktur klub.

Kini perhatian tertuju pada respons Florentino Perez terhadap permintaan mediasi tersebut.

Jika tidak ada pencabutan atau klarifikasi atas pernyataannya, perseteruan dua raksasa sepak bola Spanyol itu berpotensi berlanjut ke ruang sidang dan menambah panjang daftar konflik dalam sejarah rivalitas El Clasico.

(Tribunnews.com/Ali)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.