TRIBUNNEWS.COM - Swiss lebih diunggulkan untuk mengawali kiprahnya di Grup B Piala Dunia 2026 dengan kemenangan saat menghadapi Qatar di Levi's Stadium, Santa Clara, Minggu (14/6/2026) pukul 02.00 WIB.
Perbedaan performa kedua tim menjelang turnamen menjadi alasan utama mengapa La Nati -jukulan timnas Swiss- diprediksi mampu mengamankan tiga poin pertama.
Dalam podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah yang menghadirkan Bayu Ajianto (Tootball Enthusiast) dan Richardo Liwang (Anggota Indo Barca), menyoroti Kanada yang mendapatkan keuntungan karena status tuan rumah.
"Swiss dan Kanada yang paling kuat, kalau Qatar kerena mereka tuan rumah aja edisi sebelumnya (keberuntungan), kalau Bosnia jadi kuda hitamnya karena sukses kalahkan Italia (di playoff)," kata Richardo Liwang.
Hal tersebut memanglah lumrah mengingat Swiss memiliki ranking FIFA tertinggi di Grup B dengan menempati posisi 19 dunia.
Sementara Qatar datang dengan catatan kurang meyakinkan setelah gagal meraih kemenangan dalam enam pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Laga ini menjadi sangat penting bagi kedua tim mengingat Grup B juga dihuni Kanada dan Bosnia-Herzegovina.
Dengan format baru yang melibatkan 48 peserta, peluang lolos ke fase gugur memang lebih besar, tetapi hasil positif pada pertandingan pembuka tetap menjadi modal krusial untuk menjaga peluang melangkah ke babak 32 besar.
Qatar menjalani Piala Dunia keduanya setelah tampil sebagai tuan rumah pada edisi 2022. Saat itu, The Maroons tersingkir di fase grup tanpa meraih satu pun kemenangan.
Kini, tim asuhan Julen Lopetegui kembali ke panggung dunia dengan harapan memperbaiki catatan tersebut.
Namun, performa mereka menjelang turnamen masih belum meyakinkan. Setelah kalah 0-1 dari Republik Irlandia dalam laga persahabatan, Qatar hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan El Salvador pada pertandingan pemanasan terakhir.
Meski demikian, Qatar memiliki kenangan manis saat menghadapi Swiss. Satu-satunya pertemuan kedua tim terjadi dalam laga persahabatan pada 2018 dan berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Qatar.
Baca juga: Pochettino Tegaskan Pemain Amerika Serikat Harus Berdikari di Piala Dunia 2026
Di kubu lawan, Swiss datang dengan modal yang jauh lebih baik.
Turnamen ini menjadi penampilan ke-13 mereka di putaran final Piala Dunia, sekaligus melanjutkan tradisi konsistensi yang telah mereka tunjukkan dalam beberapa edisi terakhir.
Swiss selalu berhasil menembus babak 16 besar dalam tiga edisi Piala Dunia terakhir.
Kini, skuad asuhan Murat Yakin berambisi melangkah lebih jauh dan mengakhiri penantian panjang sejak terakhir kali mencapai perempat final pada 1954.
Persiapan mereka menuju Piala Dunia juga cukup menjanjikan. Swiss sukses mengalahkan Yordania 4-1 sebelum bermain imbang 1-1 melawan Australia.
Secara keseluruhan, mereka hanya menelan satu kekalahan dalam 14 pertandingan terakhir di semua ajang.
Selain lebih berpengalaman, Swiss juga unggul dalam kualitas skuad, organisasi permainan, serta efektivitas saat melakukan transisi menyerang.
Faktor-faktor tersebut membuat mereka lebih difavoritkan dibandingkan Qatar yang tengah berusaha keluar dari tren negatif.
Sportsmole: Qatar 1-2 Swiss
Sportskeeda: Qatar 0-2 Swiss
Sportskeeda: Qatar 0-2 Swiss
Abunada; Al-Oui, Khoukhi, Miguel, Ahmed; Laye, Fathi, Gaber; Abdurisag, Afif, Edmilson Junior
Kobel; Widmer, Akanji, Elvedi, Rodriguez; Xhaka, Freuler; Vargas, Rieder, Ndoye; Amdouni
Pertemuan Terakhir Kedua Tim
5 Laga Terakhir Qatar
5 Laga Terakhir Swiss
(Tribunnews.com/Ali)