2 Perempuan Tewas di Patikraja Banyumas, AA Ternyata Selingkuhan Pelaku
muslimah June 13, 2026 09:55 AM

2 Perempuan Tewas di Patikraja Banyumas, AA Ternyata Selingkuhan Pelaku

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Fakta baru kasus tewasnya dua perempuan di sebuah rumah di Desa/Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, diungkap polisi.

Korban AA t(18) ernyata selingkuhan terduga pelaku berinisial A alias D (24), yang merupakan cucu salah satu korban. 

AA adalah korban perempuan yang mayatnya ditemukan di sebuah kamar sudah tak terpakai menyerupai gudang.

Dalam peristiwa tersebut, satu korban lagi berinisial K (91) yang jasadnya ditemukan di dalam sumur.

Sementara A alias D yang merupakan cucu K sempat melarikan diri memanfaatkan kondisi saat warga berkerumun.

Meski demikian, ia akhirnya bisa tertangkap oleh polisi di wilayah Banjarnegara.

Baca juga: BREAKING NEWS: Penemuan 2 Mayat Perempuan Gegerkan Patikraja Banyumas, Diduga Korban Pembunuhan

Meski demikian, polisi masih mendalami motif dan kronologi pasti peristiwa tersebut. 

Berikut tujuh fakta terbaru yang sudah terungkap dalam kasus tersebut.

Dua Korban Ditemukan di Lokasi Berbeda

Dua korban dalam kasus ini adalah K (81) dan AA (18).

AA ditemukan meninggal dunia di salah satu kamar di dalam rumah.

Sementara itu, K yang merupakan pemilik rumah ditemukan di dalam sumur belakang rumah.

Penemuan keduanya bermula dari kecurigaan warga yang melihat lampu rumah masih menyala hingga pagi hari.

"Awalnya sekitar pukul 06.30 WIB lampu masih menyala, saya curiga, terus saya cek," kata tetangga korban, Sudarmo, Jumat (12/6/2026).

Terungkap Karena Lampu Rumah Masih Menyala

Kecurigaan warga muncul setelah kondisi rumah terlihat tidak seperti biasanya.

Sudarmo kemudian memeriksa rumah tersebut dan melihat seorang pria berada di dalam rumah. 

Karena tidak mendapat respons saat mencoba membangunkan pria tersebut, warga kemudian memeriksa lebih jauh hingga menemukan kedua korban.

Kasus itu selanjutnya dilaporkan kepada aparat kepolisian.

Cucu Korban Sempat Berada di Dalam Rumah 

Saat warga masuk ke rumah, mereka mendapati seorang pria yang kemudian diketahui merupakan cucu korban K.

Warga sempat menanyakan keberadaan sang nenek.

"Akhirnya dongkel saja pintunya, dia masih tidur atau pura-pura tidur saya kurang tahu, warga kemudian masuk. Kemudian ditanya 'mbah di mana?', 'di belakang' katanya," ujar Sudarmo.

Keberadaan pria tersebut kemudian menjadi perhatian setelah dua korban ditemukan meninggal dunia.

Terduga Pelaku Kabur lalu Ditangkap di Banjarnegara

Di tengah ramainya warga yang berdatangan ke lokasi, A meninggalkan rumah menggunakan sepeda motor.

Polisi kemudian melakukan pengejaran setelah menerima laporan sekitar pukul 07.00 WIB.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi mengatakan, tim berhasil mengamankan A di wilayah Kabupaten Banjarnegara.

"Tak lama setelah laporan masuk, tim langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial A alias D di wilayah Kabupaten Banjarnegara," kata Petrus.

Penangkapan dilakukan oleh Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polresta Banyumas yang berkoordinasi dengan Polres Banjarnegara dan URC se-eks wilayah Banyumas.

Mengaku Tidak Mengenal AA

Tetangga korban mengaku tidak mengenal AA dan tidak pernah melihat perempuan muda tersebut di lingkungan sekitar.

Menurut warga, AA bukan penduduk setempat.

"Saya tidak berani lihat, tapi katanya banyak darah. Saya tidak kenal perempuan itu, bukan warga sini. Kalau yang pria itu cucunya," kata Sudarmo.

Karena itu, keberadaan AA di rumah tersebut sempat memunculkan banyak pertanyaan sebelum polisi mengungkap hubungannya dengan pelaku.

AA Ternyata Selingkuhan Pelaku 

Salah satu perkembangan terbaru dalam kasus ini adalah terungkapnya hubungan antara AA dan terduga pelaku.

Kasat Reskrim Polresta Banyumas AKP Ardi Kurniawan mengatakan, AA merupakan selingkuhan pelaku.

"Korban K merupakan nenek pelaku, sedangkan korban AA adalah selingkuhan pelaku," ungkap Ardi dikutip dari Kompas.com, Jumat.

Sebelumnya, identitas dan hubungan AA dengan penghuni rumah sempat menjadi tanda tanya.

Motif dan Kronologi Lengkap Masih Didalami

Meski terduga pelaku telah ditangkap, polisi belum mengungkap motif di balik kasus tersebut.

Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi, hasil pemeriksaan forensik, serta hasil autopsi terhadap kedua korban.

"Kami masih melakukan pendalaman terkait motif dan peran pelaku dalam peristiwa ini. Proses penyidikan terus berjalan," ujar Petrus.

Selain motif, polisi juga belum menjelaskan secara rinci kronologi yang menyebabkan kedua korban meninggal dunia.

Hingga kini, penyidikan masih berlangsung untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa dalam kasus yang menggegerkan warga Patikraja tersebut. (*)

Sebagian tayang di Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.