Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat jumlah jemaah haji yang meninggal dunia sampai saat ini sudah 12 orang.
Satu jemaah dikabarkan meninggal dunia pada, Kamis (10/6/2026) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB setelah mendapat perawatan intensif sejak sepekan terakhir.
Kepala Kanwil Kemenhaj NTB, Lalu Muhamad Amin mengatakan, jemaah yang wafat ini berasal dari Kabupaten Bima tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 4 dengan diagnosis suspek pneumonia atau radang paru-paru.
Amin memastikan, semua gak dari jemaah ini akan diterima oleh ahli waris dan seluruh proses pengurusan dokumen akan dibantu oleh pihak Kemenhaj NTB.
"Kami memastikan hak-hak jemaah yang wafat akan terpenuhi dengan baik," kata Amin, Sabtu (13/6/2026).
Para ahli waris jemaah yang wafat ini akan mendapatkan asuransi senilai Rp54,1 juta sesuai dengan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) tahun ini.
Sebagai informasi untuk jemaah haji asal NTB yang wafat di tanah suci sampai saat ini sudah 11 orang, mereka ada yang meninggal sebelum pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) ada juga yang setelahnya.
Kepala Balai Kekarantinaan (BKK) Mataram, Herman Nugraha mengatakan para jemaah haji yang wafat ini rata-rata sudah berusia lanjut (Lansia) disebabkan karena kelelahan dan penyakit bawaan.
"Meninggal sampai hari ini 11 orang, itu empat perempuan, tujuh laki-laki usia diatas 50 tahun. Rata-rata penyakit jantung, paru, hipertensi pokoknya berkaitan dengan penyakit bawaan," kata Herman.
Baca juga: Kasus Pelanggaran Dam Jemaah Haji, Kemenhaj Duga Ada Unsur Penipuan
Herman mengungkap kondisi jemaah haji NTB di tanah suci banyak yang mengalami kelelahan setelah Armuzna, bahkan sampai di rawat di rumah sakit.
Herman mengatakan pemulangan jemaah yang sakit ini akan menyesuaikan dengan kondisi kesehatan, sama seperti waktu pemberangkatan sehingga tidak mengganggu perjalanan dari tanah suci ke tanah air.
Sampai saat ini sudah ada sembilan kloter yang sudah di tiba di NTB, artinya tersisa enam kloter lagi yang menunggu jadwal kepulangan dari tanah suci.
(*)