Tiga Jemaah Haji Kabupaten Bangka Pakai Jubah Khas Bugis Sebagai Wujud Rasa Syukur
Fitriadi June 13, 2026 10:03 AM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Penampilan tiga jemaah haji asal Kabupaten Bangka menarik perhatian sesama jemaah dan juga para petugas saat tiba di Asrama Haji Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Jumat (12/6/2026) malam.

Ervina (36) bersama suami dan sang ibu tampil menggunakan busana berwarna mencolok yang dipadukan pernak-pernik berwarna kuning emas.

Pakaian adat itu dilengkapi penutup kepala tradisional bermotif garis-garis keemasan yang terlihat senada.

Baca juga: Kepulangan Jemaah Haji Babel Disambut Tangis Haru Keluarga

Gelang berwarna keemasan berukuran cukup besar juga terlihat melingkar di pergelangan tangan kanannya saat ia merangkul wanita di sebelahnya.

Tepat di sebelah keduanya terlihat pula seorang pria mengenakan setelan busana muslim serba putih, dipadukan dengan penutup kepala bergaris emas serta selembar kain sorban.

Penampilan tersebut membuat ketiganya banyak diajak foto bersama  beberapa jemaah lainnya ataupun para petugas haji. 

Erviana menjelaskan, penampilannya bersama ibu dan sang suami merupakan tradisi dari masyarakat Bugis ketika pulang melaksanakan ibadah haji.

Jubah haji khas Bugis yang dikenakan Erviana telah dipersiapkan jauh-jauh hari untuk khusus dikenakan saat kembali ke Pulau Bangka.

Jubah itu dibeli Erviana  langsung dari Pulau Sulawesi agar benar-benar sesuai dengan budaya masyarakat suku Bugis.

"Ini sudah dipersiapkan memang, belinya di Palu. Ini lebih ke tradisi kami orang bugis sih," sebutnya.

Erviana menjelaskan pakaian tersebut bukan merupakan ajang pamer berlebihan, karena justru memiliki makna mendalam dibaliknya.

Menurutnya, baju berwarna cerah, manik-manik, dan perhiasan emas ini adalah simbol kebahagiaan dan bentuk rasa syukur bisa menunaikan ibadah haji dengan lancar.

"Karena ya alhamdulillah, diberikan sehat, pulang dengan selamat. Diberikan kelancaran sampai pulang," terangnya.

Terlebih lagi dikatakan Erviana, selama menjalankan rangkaian ibadah haji mereka harus berjuang melawan cuaca panas yang cukup ekstrem hingga lebih dari 40 derajat celcius.

"Panasnya luar biasa kemarin itu. Mungkin hampir 50 derajat," tuturnya.

Erviana sangat bahagia karena dapat kembali tiba di Pulau Bangka tanpa ada suatu kekurangan apapun setelah menjalankan seluruh rangkaian ibadah di tanah suci.

"Semua mungkin berkesan, apalagi saat tawaf, lempar jumroh, itu sangat-sangat membutuhkan tenaga. Tapi alhamdulillah kami dapat melawati dengan lancar," tutupnya.

(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.