Renungan Harian Br. Pio Hayon, SVD
Hari Sabtu Biasa Pekan X– 13 Juni 2026
Peringatan Wajib Hati Tak Bernoda Maria
Peringatan Wajib St. Antonius dari Padua
Bacaan I: Yes. 61: 9-11
Injil: Luk. 2: 41-51
Tema: “Menyimpan dalam hatinya”
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua.
Hari ini Gereja merayakan dua peringatan penting: Hati Tak Bernoda Maria dan Santo Antonius dari Padua.
Keduanya menghadirkan teladan iman yang mendalam: Maria yang menyimpan segala peristiwa dalam hatinya, dan Antonius yang dengan kebijaksanaan serta kasihnya menjadi pengajar dan pelindung umat.
Bacaan hari ini mengajak kita untuk merenungkan sikap hati yang penuh iman, kesabaran, dan pengharapan.
Saudara-saudari terkasih
Dalam bacaan pertama (Yesaya. 61:9-11) menggambarkan tentang umat Allah yang dipulihkan akan dikenal sebagai bangsa yang diberkati.
Seperti tanah yang menumbuhkan tunas, Allah menumbuhkan keadilan dan puji-pujian di tengah umat-Nya.
Sedangkan dalam bacaan Injil (Lukas 2:41-51) menceritakan tentang Yesus yang tinggal di Bait Allah, membuat Maria dan Yusuf cemas.
Jawaban Yesus, “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu bahwa Aku harus berada di rumah Bapa-Ku?” menegaskan bahwa misi-Nya adalah melakukan kehendak Bapa.
Poin refleksi kita adalah “Sikap hati Maria”: Maria tidak selalu mengerti jalan Allah, tetapi ia tetap menyimpan dan merenungkan dalam hatinya. Kita diajak untuk memiliki hati yang sabar dan penuh iman, meski tidak semua hal dapat segera kita pahami.
“Keteguhan iman Antonius”: Santo Antonius dikenal sebagai pengajar yang bijak dan pencari yang hilang. Ia menunjukkan bahwa iman harus diwujudkan dalam tindakan nyata: menolong, mengajar, dan menguatkan sesama.
“Panggilan kita”: Bacaan Yesaya menegaskan bahwa kita adalah umat yang diberkati. Maka, kita dipanggil untuk menumbuhkan keadilan, kasih, dan puji-pujian kepada Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Saudara-saudari terkasih,
Pesan untuk kita, pertama, mari kita belajar dari Maria yang menyimpan segala sesuatu dalam hati, dan dari Antonius yang mewujudkan iman dalam tindakan.
Kedua, kesabaran, iman, dan kasih adalah kunci untuk memahami misteri Allah.
Ketiga, dengan hati yang terbuka, kita pun akan dikenal sebagai umat yang diberkati dan menjadi berkat bagi sesama. (*)