Ini Sosok yang Akan Ditemui Rita Widyasari Setelah Kembali ke Tenggarong dan Alasan Tak Temui Bupati
Doan Pardede June 13, 2026 10:08 AM

TRIBUNKALTIM.CO - Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari, mengungkapkan sosok yang ingin ditemuinya setelah kembali ke kampung halamannya di Tenggarong, Kalimantan Timur, Jumat (12/6/2026).

Setelah hampir 10 tahun menjalani masa hukuman di Jakarta karena terjerat kasus gratifikasi, kepulangan Rita disambut antusias oleh warga yang memadati sejumlah ruas jalan hingga pusat Kota Tenggarong.

Di tengah berbagai pertanyaan mengenai rencana politik maupun aktivitasnya setelah kembali ke Kukar, Rita justru menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini bukan bertemu tokoh politik atau pejabat daerah.

Saat ditanya apakah memiliki rencana bertemu Bupati Kutai Kartanegara, Rita memberikan jawaban yang cukup tegas.

Baca juga: Mantan Bupati Kukar Rita Widyasari Kenang Bakso GLG dan Masakan Tradisional Kutai

"Kalau Bupati kan mereka resmi, mereka sibuk, enggak usah," ujar Rita saat diwawancarai setelah tiba di kediamannya di Jalan Melati, Kecamatan Tenggarong.

Putri almarhum Syaukani HR itu mengaku telah memiliki agenda untuk bertemu satu sosok penting yang selama ini dihormatinya.

"Oh, saya ke Sultan, ke Sultan. Kesultanan besok rencananya. Rencananya kalau enggak besok, besoknya," kata Rita.

SULTAN KUTAI - Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Sultan Adji Muhammad Arifin mempersilahkan Presiden Jokowi menggunakan pakaian adat kesultanan Kutai Kartanegara.TRIBUNKALTIM.CO/MITHA AULIA ANGGRAINI
SULTAN KUTAI - Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Sultan Adji Muhammad Arifin mempersilahkan Presiden Jokowi menggunakan pakaian adat kesultanan Kutai Kartanegara.TRIBUNKALTIM.CO/MITHA AULIA ANGGRAINI (TRIBUNKALTIM.CO/MITHA AULIA ANGGRAINI)

Pilih Bertemu Rakyat dan Keluarga

Rita juga menegaskan bahwa untuk sementara waktu dirinya lebih ingin menikmati kebersamaan dengan keluarga, sahabat lama, dan masyarakat.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan bertemu rekan-rekan politik, ia mengaku belum memiliki agenda khusus ke arah tersebut.

"Enggak terlalu, saya lebih banyak ke rakyat aja. Saya enggak mau ketemu-ketemu yang gitu-gitu, malah capek. Rakyat aja, lebih seru," ujarnya.

Menurut Rita, selama hampir sembilan tahun menjalani masa hukuman, dirinya kehilangan banyak momen bersama keluarga.

Karena itu, salah satu prioritasnya saat ini adalah bersilaturahmi dengan kerabat yang sudah lama tidak ditemui.

"Saya mau ke kuburan Bapak sama Adik. Kan di sini Nenek, banyak keluarga di sini. Bahkan tante-tante aku yang meninggal, aku kan enggak ada dalam waktu kurun sembilan tahun ini. Aku mau ke kuburannya," tuturnya.

Masih Ingin Beristirahat

Mantan orang nomor satu di Kukar itu juga menegaskan belum memikirkan langkah politik apa pun setelah kembali ke Tenggarong.

Saat ditanya mengenai ramainya dukungan masyarakat di media sosial yang mengaitkan dirinya dengan dunia politik, Rita memilih tidak banyak berkomentar.

"No comment," jawabnya singkat yang langsung disambut tawa orang-orang di sekitarnya.

Ia mengaku ingin menikmati masa istirahat setelah menjalani berbagai proses hukum yang panjang.

"Aku pokoknya mau istirahat. Mau lihat-lihat aset, mau berdoa," katanya.

Rita juga mengungkapkan rencananya untuk sementara menetap di Tenggarong sambil melihat situasi dan berkumpul bersama keluarga.

"Sementara ini di sini dulu, mau lihat-lihat dulu situasi," ujarnya.

Terharu Disambut Warga

Dalam kesempatan itu, Rita mengaku sangat terharu melihat sambutan masyarakat yang mengiringi kedatangannya sejak dari Samarinda hingga Tenggarong.

Menurutnya, antusiasme warga jauh di luar perkiraannya.

"Ih, gila terharu. Saya enggak pernah membayangkan disambut seperti ini," katanya.

Rita bahkan mengaku tersentuh saat mendengar berbagai ungkapan dukungan dari warga yang ditemuinya di sepanjang perjalanan.

Kepulangannya ke Tenggarong kali ini disebut akan lebih banyak diisi dengan agenda pribadi, ziarah keluarga, bertemu sahabat lama, menyapa masyarakat, serta rencana berkunjung ke Kesultanan Kutai.

Baca juga: FOTO-FOTO: Antusias Warga Sambut Rita Widyasari di Tenggarong

Profil Singkat Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura saat ini adalah Sultan Aji Muhammad Arifin, yang merupakan Sultan Kutai ke-21.

Ia resmi dinobatkan sebagai Sultan pada 15 Desember 2018 setelah wafatnya ayahanda, Sultan Aji Muhammad Salehuddin II, pada 5 Agustus 2018.

Prosesi penobatan berlangsung secara adat di Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara atau Museum Mulawarman, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Aji Muhammad Arifin lahir pada 9 Februari 1951 di Wassenaar, Provinsi Zuid-Holland, Belanda.

Ia merupakan putra pertama Sultan Aji Muhammad Salehuddin II dan Aji Ratu Aida Amidjoyo yang bergelar Aji Ratu Putro Indera Ningrat.

Sebagai pewaris Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Sultan Aji Muhammad Arifin melanjutkan peran pelestarian adat, budaya, dan tradisi Kesultanan Kutai yang menjadi salah satu kerajaan tertua di Nusantara.

Dalam kehidupan keluarga, Sultan Aji Muhammad Arifin menikah dengan Hj. Sulastri AZ yang bergelar Aji Raden Puspa Kencana.

Di bawah kepemimpinannya, Kesultanan Kutai Kartanegara terus berperan aktif dalam menjaga warisan budaya Kutai, termasuk berbagai tradisi adat yang masih dilestarikan hingga saat ini di Tenggarong dan Kalimantan Timur.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.