Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran Gudang Kopi PT Fastra Cirebon
Ravianto June 13, 2026 10:11 AM

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Aktivitas di sebuah pabrik produksi kopi di Desa Astanamukti, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, mendadak berubah mencekam saat waktu Salat Jumat, Jumat (12/6/2026).

Kobaran api tiba-tiba muncul dari area belakang gudang penyimpanan produk kopi dan dengan cepat melalap tumpukan kardus serta berbagai material lainnya.

Beruntung, petugas pemadam kebakaran bergerak cepat sehingga api berhasil dijinakkan sebelum merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.

Kabid Kedaruratan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon, Eno Sudjana mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 12.15 WIB dari seorang petugas keamanan perusahaan bernama Agam.

"Pada hari Jumat, tanggal 12 Juni 2026, Sektor Pangenan menerima laporan dari Bapak Agam (security) bahwa ada kebakaran di PT Fastra Distribusi Indonesia di Desa Astanamukti, Kecamatan Pangenan," ujar Eno, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/6/2026) malam.

Mendapat laporan tersebut, Regu 3 Damkar Sektor Pangenan langsung bergerak menuju lokasi.

Hanya berselang dua menit setelah laporan diterima, armada pemadam diberangkatkan dan tiba di lokasi pada pukul 12.25 WIB.

"Setelah sampai di lokasi pada pukul 12.25 WIB dan langsung menggelar selang dibantu security untuk melakukan pemadaman," ucapnya.

Dari hasil penanganan di lapangan, titik kebakaran diketahui berada di bagian belakang area pabrik.

Lokasi tersebut berdekatan dengan gudang penyimpanan produk salah satu jenis kopi dan tumpukan limbah kardus yang mudah terbakar.

Menurut keterangan petugas keamanan yang berada di lokasi, api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang dalam kondisi belum padam sempurna.

Bara api kemudian menyambar tumpukan kardus hingga memicu kebakaran.

"Menurut keterangan security, api awal diduga dari oknum yang membuang puntung rokok yang belum padam sepenuhnya sehingga merembet ke tumpukan limbah kardus yang berada di sebelah gudang penyimpanan produk kopi," jelas dia.

Ironisnya, saat api mulai membesar, area tersebut dalam kondisi relatif sepi.

Lokasi itu biasanya menjadi tempat berkumpul para sales perusahaan, namun ketika kejadian berlangsung sebagian besar karyawan tengah meninggalkan lokasi untuk melaksanakan Salat Jumat.

"Karena di lokasi kejadian sering dijadikan tempat untuk berkumpul para sales dan pada saat kejadian kebakaran ditinggal untuk melaksanakan salat Jumat," katanya.

Rekaman video yang dibagikan petugas memperlihatkan detik-detik upaya pemadaman. 

Asap putih pekat terlihat membubung tinggi dari area yang terbakar.

Sejumlah petugas damkar mengenakan helm merah dan pakaian pelindung berjibaku mengarahkan semburan air ke titik api yang berada di bawah kerangka besi.

Dalam video lain, tampak dua petugas bekerja berdampingan menyisir puing-puing material yang hangus untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa.

Beberapa warga dan karyawan juga terlihat membantu mengatur posisi selang agar proses pemadaman berjalan lancar.

Sementara pada rekaman dari dalam gudang, petugas memasuki area penyimpanan yang dipenuhi tumpukan kardus dan menyemprotkan air ke bagian atap yang masih mengeluarkan asap.

Di luar bangunan, kobaran api sempat terlihat cukup besar dengan asap hitam dan putih yang mengepul ke udara.

Untuk mencegah api meluas, petugas melakukan penyemprotan ke area yang belum terbakar.

"Pada saat pemadaman, dilakukan penyemprotan ke bagian yang belum terbakar agar dapat memutus rantai api, agar api tidak merembet ke bangunan lainnya," ujarnya.

Material yang terbakar meliputi kardus, produk kopi, kabel listrik, kertas brosur dan berbagai barang lainnya. 

Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 32 meter persegi dari total area 77 meter persegi.

Api berhasil dipadamkan pada pukul 12.46 WIB, kemudian petugas melanjutkan proses pendinginan hingga pukul 13.35 WIB guna memastikan lokasi benar-benar aman.

"Setelah melakukan proses pemadaman selesai, dilanjut dengan pendinginan. Danru dan anggota mengecek lokasi kebakaran, setelah kondisi dinyatakan aman terkendali, anggota kembali ke sektor untuk jaga kembali," ucap Eno.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.

Hingga kini, nilai kerugian akibat kebakaran masih dalam proses pendataan.

Penanganan kejadian melibatkan Regu 3 Damkar Sektor Pangenan, anggota Polsek Pangenan, petugas keamanan, serta karyawan pabrik.(*)

Baca juga: Isu Kelangkaan Batu Bara Merebak, PLTU Cirebon Pastikan Pasokan Listrik Jawa-Madura-Bali Aman

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.