PROHABA.CO, BANDA ACEH - Sebanyak 15 orang dilaporkan mengalami luka bakar akibat ledakan yang terjadi di atas Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Aceh Hebat 2 saat kapal jenis ro-ro tersebut sandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/6/2026) pagi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Prohaba.co, kapal tersebut tiba di Pelabuhan Ulee Lheue dari Sabang sekitar pukul 10.00 WIB.
Namun, sekitar pukul 10.45 WIB terjadi ledakan di ruang mesin yang menyebabkan belasan orang mengalami luka bakar.
Korban terdiri atas satu orang kepala kamar mesin (KKM) dan 14 mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati yang saat itu berada di dalam kapal untuk praktik lapangan.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun dari berbagai sumber, ledakan diduga terjadi pada komponen ‘electro motor hydraulic’ pintu sekat kedap kamar mesin.
Saat kejadian, peralatan tersebut sedang diperkenalkan kepada para taruna atau cadet Poltekpel Malahayati di ruang mesin kapal.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, saat dikonfi rmasi Jumat (12/6/2026) mengakui adanya insiden tersebut.
“Iya, benar,” ujar Andri singkat.
Namun, terkait informasi lebih lanjut mengenai penyebab maupun kronologi kejadian, ia mengaku masih melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
Baca juga: KMP Aceh Hebat 2 Meledak Saat Bersandar di Ulee Lheue, 14 Orang Terluka
Sementara itu, seluruh korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan medis. Jarak lokasi kejadian dengan rumah sakit tersebut sekitar 5 km.
Proses evakuasi dilakukan menggunakan bus TransKoetaradja dengan pengawalan dan pendampingan sejumlah ambulans, termasuk ambulans Puskesmas Meuraxa.
Penyelidikan polisi Polisi masih menyelidiki penyebab ledakan yang diduga memicu kebakaran di dalam Kapal Aceh Hebat 2 tersebut.
“Sebagian besar korban merupakan taruna yang sedang menjalani praktik pelayaran di atas kapal tersebut,” kata Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Miftahuda Dizha Fezuono SIK, MH.
Pihaknya bersama tim gabungan dari Polda Aceh masih melakukan olah tempat kejadian untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Menurut Miftahuda, berdasarkan informasi awal yang diperoleh penyidik, ledakan diduga terjadi di area dek mesin atau kamar mesin kapal.
Namun, polisi masih mendalami kronologi dan penyebab pasti kejadian.
“Untuk pastinya kita masih mendalami kronologisnya.
Yang jelas, peristiwa tersebut terjadi saat kapal sedang berlabuh di Pelabuhan, bukan sedang berlayar,” ujarnya.
Miftahuda menjelaskan, saat peristiwa terjadi sedang berlangsung kegiatan praktik lapangan para taruna dari Poltekpel Malahayati.
Baca juga: Satpol PP-WH Banda Aceh Razia Busana di Blang Padang dan Ulee Lheue, Sejumlah Muda-Mudi Dibina
Para taruna tersebut menjalani praktik sesuai bidang keahlian mereka di sektor teknik pelayaran.
“Informasi sementara yang kami dapat, para taruna sedang melaksanakan praktik sebagai bagian dari kegiatan pendidikan mereka,” jelasnya.
Terkait kondisi korban, polisi menyebut tingkat luka yang dialami bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.
Namun, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis untuk mengetahui secara rinci kondisi masing-masing korban yang kini dirawat di RSUZA Banda Aceh.
“Ada yang parah, ada yang sedang, dan ada yang ringan.
Untuk penjelasan lebih detail mengenai kondisi korban, nanti akan disampaikan oleh tim medis,” ujarnya.
Nama-nama korban dan usianya pun belum dirilis.
Polisi juga belum dapat memastikan penyebab terjadinya ledakan di dalam kapal.
Kapal tersebut pengadaannya saat Aceh dipimpin Gubernur Nova Iriansyah.
Dia juga yang meresmikan pengoperasian kapal jenis ‘roll-on/roll-off’ tersebut.
(Aulia Prasetya/Indra Wijaya)
Baca juga: Pertamina Pastikan Stok BBM Aceh Aman, Kapal Tanker Jutaan Liter Segera Tiba di Krueng Raya
Baca juga: Bot Pengangkut Ratusan Tabung LPG dari Sabang Tenggelam di Perairan Babah Kuala Banda Aceh
Baca juga: Puspomad Pastikan Tindak Tegas Oknum TNI yang Terlibat Jaringan Narkoba Aceh-Jabodetabek