‘Fenomenal’ Harry Kane Diminta Abaikan Perdebatan Lama di Timnas Inggris Saat Eks Bintang Tiga Singa Jelaskan Mengapa Penyerang Bayern Munich dengan 61 Gol Terus Pecahkan Rekor
Agus Firmansyah June 13, 2026 10:44 AM

JANGAN LEWATKAN SEDETIK PUN DARI PIALA DUNIA


‘Fenomenal’ Harry Kane diminta untuk mengabaikan perdebatan lama yang kerap muncul mengenai perannya di tim nasional Inggris, dengan Chris Waddle menjelaskan kepada GOAL mengapa sang penyerang pemecah rekor itu seharusnya diberi kebebasan penuh untuk melakukan apa pun yang diinginkannya. Kapten karismatik Tiga Singa ini memang menjadi ancaman gol terbesar tim, namun ia tidak memiliki kewajiban untuk terus berada di sekitar area penalti setiap waktu.


Pencetak gol terbanyak sepanjang masa Inggris: Berapa banyak gol yang telah dicetak Kane?


Penyerang bernomor punggung 9 yang berbahaya biasanya melakukan pekerjaan terbaiknya di dalam kotak penalti, di mana peluang mencetak gol sering kali tercipta. Kane telah menguasai seni itu sepanjang kariernya, dengan catatan sejarah yang terus ditulis ulang.


Pencetak gol terbanyak sepanjang masa Tottenham telah mengumpulkan 79 gol internasional dari 114 penampilan. Status sebagai pemain terbaik sepanjang masa (GOAT) mungkin akan segera diraih jika ia mampu memenangkan trofi besar bersama negaranya.


Gelar juara Bundesliga membawa Kane mencatatkan rekor terbaik sepanjang kariernya di Bayern


Final Piala Dunia di Amerika Utara akan menjadi peluang terbaru bagi Kane untuk mencentang kotak itu, setelah mengakhiri kutukan trofinya di Bayern Munich dengan menjadi juara Bundesliga dua kali. Ia mencetak 61 gol untuk klub tersebut selama musim 2025-26, yang merupakan musim terbaik dalam kariernya.


Catatan luar biasa itu dicapai meskipun ia sering meninggalkan posisi sentralnya untuk ikut terlibat dalam proses pembangunan serangan. Pemain berusia 32 tahun itu kerap menjadi penentu akhir, namun ia juga banyak berperan dalam proses sebelum terjadinya gol.


Beberapa kalangan mempertanyakan apakah ia perlu meniru pendekatan klubnya saat bermain untuk Inggris, mengingat Tiga Singa tidak kekurangan kreativitas dalam hal menciptakan peluang dan justru membutuhkan kaptennya untuk memberikan kontribusi penentu di area di mana pemain lain sering gagal bersinar.


Apakah Kane harus turun lebih dalam atau tetap berada di sekitar kotak penalti?


Namun Waddle tidak yakin bahwa Kane — yang mendapat banyak sorotan di Euro 2024 — harus mengubah gayanya. Ketika ditanya apakah sang penyerang berpengalaman itu sebaiknya menahan diri untuk tidak terlalu sering turun ke lini tengah, mantan pemain Inggris dan Tottenham itu, dalam wawancara eksklusif dengan GOAL melalui NewBettingOffers.co.uk, menjawab: “Dia sudah melakukannya di Tottenham juga. Itulah cara dia bermain.”


“Harry adalah pemain yang sangat bagus. Dia tidak pernah mengandalkan kecepatan, melainkan kecepatan berpikir. Biasanya, seorang penyerang adalah pemain yang sangat cepat atau sangat kuat, bagus dalam duel udara. Harry berbeda. Dia seperti kombinasi antara nomor sembilan dan nomor sepuluh, tapi itu justru membuatnya sukses besar.”


“Kau mungkin berpikir, ‘aku sudah menjaganya, dia di bawah kontrolku’. Tapi pergerakannya di dalam kotak penalti sangat bagus. Dia bukan tipe pemain yang berlari cepat ke sana kemari. Kau jarang melihat Harry melakukan sesuatu dengan cepat. Dia membaca permainan dengan sangat baik.”


“Saya melihatnya bermain sebagai nomor 10 untuk Bayern musim ini, dan dia bermain sangat, sangat baik di posisi itu. Kamu bahkan bisa memainkannya sebagai nomor 10 dan menempatkan seorang penyerang murni seperti Ollie Watkins di depan, atau Marcus Rashford. Dia bisa bermain sebagai 10 dengan sangat baik. Saya sudah melihatnya melakukannya.”


“Saya rasa sulit untuk membantah fakta bahwa, ya, dia mencetak gol di dalam kotak penalti, tetapi dia sudah melakukannya selama lima tahun sekarang. Dia tidak pernah berhenti mencetak gol, jujur saja. Jadi jelas dia melakukan sesuatu yang benar.”


“Kita semua sering berkata, ‘kami tidak ingin kamu turun ke lini tengah, kami tidak ingin kamu melakukan ini’, tapi itu adalah bagian dari permainannya dan juga cara dia mendapatkan golnya, percayalah. Saya hanya ingin mengatakan, apa yang dilakukan Harry Kane dalam dua, tiga, empat musim terakhir ini, teruskan saja, sobat, karena rekor golmu per pertandingan benar-benar fenomenal.”


It's Coming Home? Kane dan Inggris menatap kejayaan Piala Dunia


Kane tampaknya menjadi contoh sempurna dari pepatah ‘jangan perbaiki sesuatu yang tidak rusak’, karena tidak ada alasan baginya untuk mengubah gayanya selama produktivitasnya tetap tinggi. Jika suatu saat produktivitasnya menurun, maka barulah hal itu bisa dievaluasi kembali.


Saat ini, standar individu yang luar biasa masih terus dipertahankan, memunculkan pembicaraan mengenai peluangnya meraih penghargaan Ballon d’Or. Timnas Inggris pun tidak akan mempermasalahkan posisi sang kapten di lapangan selama dia mampu mengakhiri penantian trofi selama 60 tahun pada tahun 2026.


Sejauh mana Inggris akan melangkah di Piala Dunia?

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.