Cuaca Buruk, Harga Ikan di Pasar Randomayang Pasangkayu Melonjak
Nurhadi Hasbi June 13, 2026 11:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Harga ikan laut di Pasar Desa Randomayang, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, mulai mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir.

Kenaikan tersebut dipicu kondisi cuaca buruk di perairan setempat yang berdampak pada menurunnya hasil tangkapan nelayan.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, Sabtu (13/6/2026), aktivitas jual beli di pasar ikan tersebut masih berlangsung seperti biasa sejak pagi hari.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Sulbar 13 Juni 2026: Mamuju Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Disertai Petir

Baca juga: Stok Melimpah, Harga Ikan di Pasar Randomayang Pasangkayu Kini Rata-rata Rp35 Ribu per Kilogram

Namun, sejumlah pedagang mulai menyesuaikan harga jual ikan akibat pasokan yang tidak lagi stabil seperti sebelumnya.

Beberapa jenis ikan laut yang sebelumnya dijual dengan harga relatif murah kini mengalami kenaikan sekitar Rp5.000 hingga Rp8.000 per kilogram.

Aroma ikan segar masih tercium kuat di area lapak, sementara para pedagang terlihat lebih selektif menata dagangan karena jumlah pasokan mulai berkurang dibandingkan pekan sebelumnya.

Pasokan Ikan Berkurang Akibat Cuaca Buruk

Salah seorang pedagang, Masri, mengatakan kenaikan harga tersebut dipicu hasil tangkapan nelayan yang menurun akibat cuaca buruk dan gelombang laut yang tidak bersahabat dalam beberapa hari terakhir.

"Sudah sekitar sepekan ini cuaca di laut kurang bagus, jadi hasil tangkapan nelayan berkurang. Harga ikan juga mulai naik sekitar lima sampai delapan ribu rupiah per kilogram," ujar Masri saat ditemui di lapaknya di Pasar Desa Randomayang.

Ia menyebut jenis ikan yang mengalami kenaikan harga di antaranya ikan lajang, kembung, katombong, dan ekor kuning.

Jika sebelumnya ikan-ikan tersebut dijual di kisaran Rp35.000 per kilogram, kini sebagian sudah naik menjadi sekitar Rp40.000 hingga Rp43.000 per kilogram, tergantung jenis dan ukuran ikan.

Menurutnya, kondisi tersebut berbeda jauh dibandingkan beberapa minggu sebelumnya saat stok ikan melimpah dari hasil tangkapan nelayan lokal maupun pasokan dari luar daerah, seperti Sulawesi Tengah.

"Kalau kemarin masih banyak ikan masuk, harga sempat turun. Tapi sekarang karena cuaca buruk, ikan yang masuk ke pasar juga berkurang," katanya.

Masri menambahkan, para pedagang kini harus lebih berhati-hati membeli stok dari nelayan agar tidak mengalami kerugian akibat fluktuasi harga yang cukup cepat.

Meski terjadi kenaikan harga, aktivitas pasar tetap berjalan normal.

Pembeli masih terlihat mendatangi lapak-lapak ikan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, meski sebagian mengaku harus menyesuaikan anggaran belanja karena harga mulai naik.

Sejumlah pedagang memperkirakan, jika kondisi cuaca buruk di laut Pasangkayu masih berlanjut, harga ikan berpotensi kembali mengalami kenaikan dalam beberapa hari ke depan.

Namun, jika cuaca membaik dan hasil tangkapan nelayan meningkat, harga diprediksi kembali stabil seperti sebelumnya.

"Harapannya cuaca cepat bagus lagi, supaya ikan banyak masuk dan harga bisa normal," tutup Masri.(*)

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com, Taufan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.