Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, menyatakan bahwa seluruh prosedur administrasi terkait aksi tersebut sebenarnya telah diserahkan jauh sebelum hari pelaksanaan unjuk rasa dilakukan.
Oleh karena itu, Dimas mengaku sangat heran dengan dalih dari pihak kepolisian yang mengklaim tidak mengetahui adanya rencana agenda pergerakan aksi massa mahasiswa ini.
Apalagi, informasi mengenai rencana demonstrasi berskala besar tersebut sudah tersebar luas di berbagai platform media sosial dan menjadi atensi yang sangat besar bagi publik.
Lebih lanjut, ia turut mempertanyakan logika dasar kepolisian yang menyatakan tidak tahu-menahu soal demo, padahal di lapangan aparat sudah bersiaga menyiapkan barikade hingga skema rekayasa lalu lintas.
Kenyataan di lapangan juga menunjukkan bahwa aparat keamanan sempat melakukan pengadangan terhadap massa mahasiswa saat mereka hendak bergerak menuju kawasan Bundaran HI.
Melihat adanya sejumlah kejanggalan tersebut, Dimas menuntut keras agar pihak kepolisian segera berhenti menyudutkan posisi gerakan mahasiswa di mata publik terkait keabsahan pelaksanaan aksi demonstrasi tersebut.