Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Timur (Jaktim) mengajak seluruh satuan pendidikan untuk memperkuat peran sekolah dalam mengedukasi budaya memilah sampah dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
"Kami meminta agar kepala sekolah dan guru menyosialisasikan pentingnya memilah sampah kepada para murid, sehingga budaya pengelolaan sampah dapat tertanam sejak di bangku sekolah," kata Wakil Walikota Jakarta Timur Kusmanto di Jakarta, Sabtu.
Menurut Kusmanto, keberhasilan dunia pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses belajar mengajar di dalam kelas, tetapi juga kemampuan sekolah dalam membentuk karakter dan kebiasaan positif peserta didik.
Sekolah memiliki posisi strategis sebagai tempat menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap lingkungan.
Selain itu, tantangan pengelolaan sampah di wilayah perkotaan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.
"Oleh karena itu, sekolah diharapkan dapat menjadi pelopor dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang baik melalui edukasi dan praktik langsung di lingkungan sekolah," ujar Kusmanto.
Lebih lanjut, Kusmanto menilai kebiasaan memilah sampah sejak usia dini akan memberikan dampak positif dalam jangka panjang.
Selain membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, langkah tersebut juga dapat membentuk generasi yang lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Kusmanto menambahkan pendidikan lingkungan harus menjadi bagian dari budaya sekolah yang diterapkan secara berkelanjutan.
Melalui dukungan para guru dan tenaga pendidik, peserta didik dapat memahami pentingnya membedakan sampah organik dan anorganik serta menerapkan prinsip pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Lalu, siswa juga perlu diajak untuk terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam mendukung berbagai program pendidikan yang berorientasi pada peningkatan mutu sekolah.
Kolaborasi yang baik antara pemerintah, sekolah, komite sekolah, dan orang tua dinilai mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan berkualitas.
Kusmanto berharap tercipta kerja sama yang semakin erat di antara seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Selain meningkatkan mutu pembelajaran, kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya budaya sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui penerapan kebiasaan memilah sampah sejak dini.





