Jakarta (ANTARA) - Education Forum 2026 yang digagas perusahaan instrumentasi teknologi dan rekayasa proses industri, Endress+Hauser Indonesia, hadir sebagai ruang kolaborasi antara sektor industri dan dunia pendidikan untuk memperkuat pendidikan vokasi.
Forum tersebut juga menjembatani kesenjangan talenta, serta menyiapkan sumber daya manusia yang selaras dengan kebutuhan industri masa depan.
"Hal terpenting bukanlah seberapa canggih teknologi yang kita hasilkan, melainkan bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan oleh manusia sehingga memberikan manfaat nyata bagi pelanggan,” ujar Henry Chia dalam siaran pers tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Menurut Henry, pengembangan talenta menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri.
Ia mengungkapkan bahwa dalam lima tahun terakhir, bisnis Endress+Hauser di Indonesia tumbuh hingga 40 persen, disertai peningkatan kesempatan kerja sebesar 4 persen dan kenaikan jumlah peserta program magang sebesar 10 persen.
Komitmen terhadap pengembangan sumber daya manusia juga menjadi perhatian Endress+Hauser Group secara global.
Head of Global Dual Education Endress+Hauser Group Services, Jens Kroeger, menekankan pentingnya keterlibatan industri dalam mendukung pengembangan talenta melalui kemitraan dengan institusi pendidikan.
Menurutnya, perusahaan dapat berkontribusi dengan menyediakan program magang yang terstruktur, platform pertukaran pengetahuan, lingkungan pembelajaran daring, serta pengalaman praktik langsung yang relevan dengan kebutuhan industri.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Endress+Hauser Indonesia juga menyerahkan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi dari berbagai perguruan tinggi yang berkaitan dengan industri otomasi, antara lain Institut Teknologi Bandung (ITB), Politeknik Industri ATMI, Politeknik Manufaktur (POLMAN) Bandung, dan Swiss German University.
“Program beasiswa ini merupakan kali kedua dilaksanakan oleh Endress+Hauser Indonesia. Kami ingin kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin," kata HR Head Endress+Hauser Indonesia Vivi Sutardi.
Selain menggandeng institusi pendidikan, kata Vivi, perusahaan juga melibatkan para pelanggan dalam kegiatan tersebut untuk melihat secara langsung berbagai program dan kontribusi yang telah dijalankan Endress+Hauser dalam pengembangan talenta.
"Bagi kami, merupakan sebuah pencapaian ketika pelanggan mempercayai lulusan program ini untuk bergabung di perusahaan mereka," kata Vivi.
Education Forum 2026 sendiri terbagi menjadi dua sesi yang membahas tantangan dan peluang pengembangan talenta di masa depan.
Sesi pertama mengangkat tema “Dual Vocational as a Strategic Anchor in Times of Uncertainty”, yang menyoroti peran strategis pendidikan vokasi ganda dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Sementara itu, sesi kedua mengusung tema “AI and the Future of Work: Rethinking Vocational Talent Development” yang membahas dampak perkembangan kecerdasan buatan (AI) terhadap dunia kerja serta pentingnya transformasi pendidikan vokasi agar tetap relevan dengan kebutuhan industri.
Melalui forum tersebut, Endress+Hauser berharap dapat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap para mahasiswa dapat menemukan peluang kerja yang sesuai dengan kompetensi dan keahlian yang dimiliki," tambah Vivi Sutardi.





