Bibit Tebu Panjalu Asal Kediri Jadi Andalan Kementan, Dorong Swasembada Gula Nasional
Rendy Nicko June 15, 2026 04:47 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat program swasembada gula nasional melalui penyediaan bibit tebu unggul bersertifikat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni pengembangan varietas tebu Panjalu yang berasal dari Kabupaten Kediri.

Komitmen tersebut ditandai dengan kegiatan seremonial tutup tanam Garda Tebu Nusantara di Kebun Benih Datar (KBD) tebu varietas Panjalu di Dusun Suwaluh Desa Sambirejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, Senin (15/6/2026).

Program ini melibatkan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, PT Embah Cacing, Baranasia Group, Forkopimda, serta kelompok petani setempat.

Sebanyak 220 hektare lahan ditanami varietas Panjalu yang nantinya akan menjadi sumber benih bagi pengembangan tebu rakyat di berbagai daerah.

Baca juga: Kebakaran Hanguskan Gudang Sembako di Kota Kediri, 7 Unit Damkar Diterjunkan

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat Perbenihan Perkebunan Ditjen Perkebunan Kementan Firman Mantau menegaskan bahwa keberhasilan sektor pertanian sangat ditentukan oleh kualitas benih yang digunakan sejak awal.

Menurutnya, pemerintah sengaja membangun Kebun Benih Datar (KBD) tebu untuk memastikan petani memperoleh benih yang unggul, sehat, dan telah bersertifikat.

"Semua kegiatan pertanian harus diawali dengan benih unggul dan bersertifikat. Jika benih yang digunakan berkualitas, maka peluang keberhasilan budidaya akan semakin besar," ujar Firman usai acara. 

Firman menjelaskan benih yang dikembangkan dalam program ini berasal dari sistem perbenihan berjenjang, mulai dari kebun sumber hingga kebun benih datar. Dengan sistem tersebut, mutu genetik dan kesehatan tanaman dapat terjaga sebelum didistribusikan kepada petani.

Firman menyebut penyediaan benih unggul menjadi fondasi penting dalam mewujudkan target swasembada gula yang dicanangkan pemerintah. Bahkan, ketika benih berkualitas telah tersedia, sekitar 50 persen tahapan menuju keberhasilan program sudah terpenuhi.

Varietas Panjalu dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan varietas lain yang banyak ditanam petani. Tebu ini memiliki batang yang kokoh, pertumbuhan tinggi, serta potensi rendemen gula yang lebih baik.

Menariknya, varietas Panjalu merupakan hasil pengembangan yang berasal dari Kabupaten Kediri. Karena itu, varietas tersebut dinilai sangat cocok dikembangkan di daerah asalnya yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra tebu nasional.

"Panjalu berasal dari Kediri dan memiliki potensi yang sangat baik. Batangnya kekar, pertumbuhannya tinggi, dan rendemennya lebih tinggi dibanding beberapa varietas sebelumnya," jelas Firman.

Tidak hanya cocok di Kediri, varietas Panjalu juga telah melalui serangkaian uji adaptasi di berbagai wilayah Indonesia. Hasilnya menunjukkan performa pertumbuhan yang baik di sejumlah daerah, termasuk luar Pulau Jawa.

Baca juga: Megawati Resmikan Patung Bung Karno di Istana Gebang Kota Blitar

"Varietas ini sudah diuji di berbagai daerah dan menunjukkan hasil yang positif. Hampir seluruh wilayah di Jawa menerima varietas ini dengan baik," tambahnya.

Meski demikian, Firman mengakui bahwa Panjalu masih tergolong varietas baru sehingga perlu sosialisasi yang lebih luas kepada petani. Pemerintah berharap semakin banyak petani mengenal keunggulan varietas tersebut dan mulai menggunakannya untuk meningkatkan produktivitas kebun tebu mereka.

Selain penyediaan benih unggul, Firman menekankan pentingnya penerapan Good Agricultural Practices (GAP) oleh petani. Pemeliharaan tanaman, penyiangan, hingga pemupukan harus dilakukan sesuai standar agar potensi produksi dapat tercapai secara optimal.

Pihaknya juga meminta dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, hingga petani untuk mengawal pelaksanaan program yang menjadi bagian dari arahan Presiden dalam mewujudkan swasembada gula nasional.

Sementara itu, Direktur Utama PT Embah Cacing Abdul Kholiq selaku pemegang kontrak paket proyek KBD bibit Panjalu mengatakan pihaknya mendukung program tersebut melalui pendampingan dan dukungan pembiayaan agar pelaksanaan pengembangan benih dapat berjalan sesuai target.

Menurutnya, Kabupaten Kediri memiliki potensi besar dalam pengembangan tebu karena didukung kondisi lahan yang subur, jaringan irigasi yang baik, serta pengalaman panjang masyarakat dalam budidaya tanaman tebu.

Kholiq menjelaskan pengembangan Kebun Benih Datar (KBD) tebu varietas Panjalu di Kabupaten Kediri telah mencapai luas tanam 220 hektare. Dari luasan tersebut, diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 2 juta batang benih tebu bersertifikat yang siap didistribusikan kepada petani.

Menurutnya, jumlah benih yang dihasilkan dari KBD tersebut memiliki daya ungkit yang besar terhadap peningkatan areal tanam tebu rakyat. Sebab, 2 juta batang benih itu diperkirakan mampu mencakup kebutuhan penanaman hingga 1.320 hektare lahan melalui program bongkar ratoon atau peremajaan tanaman tebu.

"Dari jumlah itu diperkirakan dapat mencakup kebutuhan tanam hingga 1.320 hektare lahan pada program bongkar ratoon," kata Kholiq.

Di sisi lain Direktur Baranasia Group Hendra Putra selaku mitra KBD Panjalu menambahkan, keberadaan bibit tebu Panjalu akan semakin memperkuat posisi Kabupaten Kediri sebagai salah satu pusat pengembangan tebu nasional.

Dengan dukungan benih unggul, petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan rendemen gula, sehingga Kediri dapat menjadi salah satu motor penggerak industri pergulaan Indonesia di tingkat nasional. 

"Kami berharap Kabupaten Kediri bisa menjadi salah satu motor penggerak pergulaan Indonesia karena potensi lahan, petani, dan benih unggul yang dimiliki sangat besar," harapnya.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.