Banyuwangi (ANTARA) - PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Banyuwangi, Jawa Timur menyalurkan bantuan dana untuk pembelian alat musik tradisional kepada Sanggar Gandrung Osing Kemiren Banyuwangi melalui program Tanggung Jawa Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR).

Bantuan ini merupakan bagian dari program CSR Community Upskilling for Aviation yang bertujuan memberdayakan komunitas lokal agar terus berkembang dan mandiri serta berdaya saing.

"Pelestarian budaya merupakan bagian penting dari pembangunan berkelanjutan yang perlu didukung oleh seluruh pemangku kepentingan," kata General Manajer Bandara Banyuwangi Mohamad Holik Muardi dalam keterangannya di Banyuwangi, Sabtu.

Menurut dia, Bandara Banyuwangi tidak hanya berperan sebagai pintu gerbang transportasi udara, namun juga sebagai etalase budaya dan potensi daerah.

Melalui program TJSL ini, lanjut Holik, ingin memberikan dukungan nyata kepada para pelaku seni, sehingga dapat terus berkarya, melestarikan warisan budaya, serta memperkenalkan identitas budaya Banyuwangi kepada masyarakat yang lebih luas.

"Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi Sanggar Gandrung Osing Kemiren dalam menjaga eksistensi budaya lokal di tengah perkembangan zaman," ujar dia.

Dia menyampaikan penyaluran bantuan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan BWX Sky Fest 2.0 yang mengusung tema "Majestic Coffee of Banyuwangi". Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi kreatif, promosi kopi lokal, serta pemberdayaan pelaku usaha dan komunitas kopi.

Festival akan menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif, di antaranya talkshow mengenai industri kopi dan peluang usaha kreatif, kompetisi penyeduhan kopi serta pameran dan bazar UMKM yang menampilkan beragam produk unggulan Banyuwangi.

Holik menjelaskan penyelenggaraan Majestic Coffee of Banyuwangi ini merupakan upaya Bandara Banyuwangi memperkuat posisi kopi Banyuwangi sebagai salah satu komoditas unggulan daerah yang memiliki kualitas dan cita rasa khas.

Dalam kegiatan tersebut juga menjadi ruang kolaborasi bagi petani kopi, pelaku UMKM, komunitas kreatif, pelaku pariwisata, hingga generasi muda untuk bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

"BWX Sky Fest 2.0 merupakan bentuk dukungan kami terhadap pengembangan ekosistem ekonomi kreatif daerah, kami ingin mengangkat potensi kopi lokal sebagai kebanggaan daerah sekaligus mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam satu wadah kolaborasi yang produktif," kata dia.

Bandara Banyuwangi terus berkomitmen dalam mendukung pembangunan sosial, budaya dan ekonomi kreatif daerah melalui pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) serta penyelenggaraan BWX Sky Fest 2.0

Sementara itu, Ketua Sanggar Gandrung Osing Kemiren Banyuwangi Mohamad Edi Saputra menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Banyuwangi.

"Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan, dukungan ini sangat berarti bagi kami untuk terus menjaga dan mengembangkan serta memperkenalkan budaya Osing kepada masyarakat luas. Bantuan alat musik dan perlengkapan pementasan akan sangat mendukung aktivitas sanggar dalam melestarikan seni tradisi sekaligus membina generasi muda agar tetap mencintai budaya daerahnya," kata Edi.