Laporan Wartawan TribunJatim.com, David Yohanes
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Ratusan personel gabungan Polres Tulungagung, Jawa Timur diterjunkan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif saat pengesahan anggota baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang akan berlangsung pada Selasa (16/6/2026) hingga Rabu (17/6/2026).
Dilansir dari berbagai sumber Pengesahan anggota baru PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) adalah prosesi sakral tahunan untuk mengesahkan siswa menjadi Warga Tingkat I.
Biasanya acara ini diselenggarakan bertepatan dengan bulan Suro (Muharram).
Sebanyak 823 personel disiagakan dalam operasi pengamanan yang mencakup seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung. Pengamanan tidak hanya melibatkan unsur kepolisian, tetapi juga mendapat dukungan dari TNI, pemerintah daerah, serta berbagai elemen perguruan pencak silat.
Langkah antisipatif dilakukan mengingat kegiatan pengesahan warga baru PSHT atau yang kerap disebut sah-sahan dan Suran Agung diperkirakan akan dihadiri ribuan penggembira. Kepolisian juga mewaspadai potensi pergerakan massa dari luar daerah yang dapat memicu kerawanan keamanan maupun gangguan lalu lintas.
Kabag Ops Polres Tulungagung, Kompol Maga Fidri Isdiawan, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama berbagai instansi terkait untuk mematangkan skema pengamanan.
"Kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah instansi untuk pengamanan kegiatan ini," ujar Maga.
Baca juga: Jelang Pengesahan Warga Baru, PSHT Trenggalek Wanti-wanti Seluruh Anggotanya: Jaga Kesakralan
Menurut Maga, pengamanan kegiatan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Berbagai unsur turut dilibatkan untuk menjaga situasi tetap kondusif selama rangkaian pengesahan berlangsung.
Selain melibatkan Polda Jawa Timur, pengamanan juga mendapat dukungan dari Kodim 0807/Tulungagung, Pemerintah Kabupaten Tulungagung, serta unsur lintas perguruan pencak silat.
Sebelum pelaksanaan kegiatan, seluruh pihak juga telah melakukan ikrar damai sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan dan keharmonisan antarperguruan pencak silat di Tulungagung.
"Kami mendapat bantuan personel dari Polda Jawa Timur, Kodim 0807/Tulungagung, Pemkab Tulungagung dan unsur lintas perguruan pencak silat," sambung Maga.
"Semua pihak sepakat menjaga hubungan harmonis antarperguruan pencak silat. Semua juga sepakat menjunjung toleransi dan saling mendukung selama kegiatan," tambahnya.
Pengamanan akan difokuskan pada sejumlah titik strategis, terutama wilayah perbatasan Kabupaten Tulungagung dengan Kabupaten Trenggalek, Blitar, dan Kediri.
Personel yang ditempatkan di perbatasan bertugas mengantisipasi masuknya massa penggembira dari luar daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penumpukan massa sekaligus mengurangi potensi gesekan yang dapat mengganggu keamanan.
Tahun ini, pelaksanaan Suran Agung dilakukan secara serentak di wilayah eks Karesidenan Kediri. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memecah konsentrasi massa sehingga para penggembira tidak melakukan konvoi ke daerah lain.
Apel pengamanan dijadwalkan berlangsung pada sore hari sebelum seluruh personel ditempatkan di titik-titik yang telah ditentukan.
"Kami juga mengantisipasi gesekan antara peserta dengan masyarakat. Jangan sampai kegiatan ini menimbulkan konflik," tegasnya.
Berdasarkan data panitia, pengesahan warga baru PSHT di Tulungagung akan diikuti sekitar 1.415 peserta yang berasal dari 19 kecamatan.
Namun demikian, kepolisian memperkirakan jumlah penggembira yang hadir bisa mencapai sekitar 5.000 orang. Angka tersebut menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan pola pengamanan.
Karena itu, koordinasi dengan kepolisian di wilayah sekitar juga dilakukan untuk mencegah pergerakan massa antar daerah.
Penyekatan di sejumlah perbatasan akan dilakukan secara terpadu guna memastikan tidak terjadi konvoi besar yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Kami juga melakukan pengawalan setiap rombongan konvoi peserta agar tidak terpecah. Selain pengamanan agar tidak ada konflik, juga mencegah kecelakaan lalu lintas," papar Maga.
Pengamanan ketat dilakukan karena konflik antaranggota perguruan pencak silat masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Tulungagung.
Beberapa wilayah bahkan selama ini dikenal rawan terjadinya gesekan antar kelompok. Salah satunya kawasan yang dikenal dengan sebutan PBB, yakni Kecamatan Pakel, Bandung, dan Besuki.
Di antara ketiga wilayah tersebut, Kecamatan Bandung kerap dianggap sebagai daerah paling rawan karena beberapa kali menjadi lokasi terjadinya konflik antarkelompok pesilat.
Selain bentrokan dalam skala besar, gesekan juga kerap dipicu oleh aksi saling merazia atribut perguruan pencak silat yang berbeda. Fenomena tersebut tidak jarang berujung pada proses hukum yang melibatkan pelajar maupun anak di bawah umur.
Melalui pengamanan yang melibatkan ratusan personel dan dukungan lintas sektor, kepolisian berharap pelaksanaan pengesahan warga baru PSHT tahun ini dapat berlangsung aman, tertib, dan tanpa konflik.