Wali Kota Dedy Wahyudi Berharap Festival Tabut 2026 Mampu Dongkrak Pariwisata Bengkulu
Ricky Jenihansen June 13, 2026 11:52 AM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mengajak seluruh masyarakat untuk ikut memeriahkan festival budaya yang menjadi ikon Provinsi Bengkulu tersebut.

Selain menjadi ajang pelestarian tradisi, Festival Tabut 2026 juga diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.

Diketahui, Festival Tabut 2026 akan berlangsung selama 10 hari, mulai 16 hingga 26 Juni 2026.

Festival budaya dan religi yang menjadi ikon Provinsi Bengkulu tersebut akan dipusatkan di kawasan Arena Tabut Pantai Panjang dan diproyeksikan menjadi magnet wisata yang mampu menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah.

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing menegaskan bahwa Festival Tabut bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga bagian penting dari upaya menjaga warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Bengkulu.

"Festival Tabut merupakan kebanggaan masyarakat Bengkulu. Karena itu, kami mengajak seluruh warga untuk datang dan meramaikan setiap kegiatan yang digelar mulai 16 hingga 26 Juni mendatang," ujar Dedy kepada TribunBengkulu.com.

Pelestarian Budaya dan Identitas Bengkulu

Menurut Dedy, Tabut memiliki nilai historis, budaya, dan spiritual yang sangat kuat.

Karena itu, keterlibatan masyarakat dalam setiap rangkaian kegiatan menjadi faktor penting untuk menjaga eksistensi tradisi tersebut agar terus dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional.

Ia berharap Festival Tabut tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan identitas budaya Bengkulu kepada generasi muda melalui berbagai prosesi tradisional dan pertunjukan yang ditampilkan selama festival berlangsung.

"Kami berharap seluruh masyarakat ikut menjaga, melestarikan, dan mempromosikan budaya daerah. Mari bersama-sama memeriahkan Festival Tabut 2026 agar semakin dikenal luas dan menjadi kebanggaan bersama," katanya.

Diramaikan Atraksi Seni hingga Pasar Malam UMKM

Selama pelaksanaan festival, masyarakat akan disuguhkan beragam atraksi seni dan budaya yang menampilkan kekayaan tradisi daerah.

Berbagai pertunjukan kesenian khas Bengkulu, pawai budaya, pentas musik, hingga kegiatan edukatif telah disiapkan panitia untuk menghibur masyarakat dan wisatawan yang datang.

Tak hanya itu, area festival juga akan diramaikan dengan pasar malam yang menghadirkan produk UMKM, kuliner khas daerah, wahana permainan keluarga, hingga berbagai kebutuhan masyarakat.

Kehadiran pasar malam tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi positif bagi pelaku usaha lokal sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat selama penyelenggaraan Festival Tabut 2026.

Diharapkan Dongkrak Pariwisata Bengkulu

Pemerintah Kota Bengkulu optimistis Festival Tabut 2026 akan menjadi salah satu agenda wisata unggulan yang mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Bengkulu.

Dengan lokasi pelaksanaan di kawasan Pantai Panjang, pengunjung tidak hanya dapat menikmati kemeriahan festival, tetapi juga panorama wisata pantai yang menjadi salah satu destinasi favorit di Bengkulu.

Dedy menilai Festival Tabut memiliki potensi besar sebagai sarana promosi budaya sekaligus penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Tradisi yang telah berlangsung selama ratusan tahun tersebut juga selalu menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara karena memiliki keunikan yang tidak ditemukan di daerah lain.

Melalui berbagai kegiatan yang telah dipersiapkan, Festival Tabut 2026 diharapkan mampu menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan semakin mengukuhkan Bengkulu sebagai destinasi wisata budaya di Indonesia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.