TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mengeluarkan prospek cuaca mingguan sejak 12 Juni hingga 18 Juni 2026.
Dalam prospek cuaca tersebut BMKG mengungkapkan kondisi cuaca wilayah NTT umumnya cerah berawan hingga berawan. Namun, BMKG mengingat masih ada potensi hujan ringan disertai angin kencang .
Berdasarkan prakiraan BMKG kondisi cuaca pada 12-15 Juni ada potensi hujan ringan di Pulau Timor, Rote, Flores, Adonara, Solor, Lembata, Alor, Pantar, Sumba.
Periode 16-18 Juni ada potensi hujan ringan di Pulau Timor, Flores, Alor, Pantar, Sumba. Pulau Rote, Sabu, Adonara, Solor, Lembata umumnya tidak berpotensi hujan.
BMKG menyebut wilayah NTT kini memasuki musim kemarau. Angin Monsun Timur telah aktif, awan berkurang, dan suhu rendah terasa malam-dini hari.
Baca juga: BMKG Ungkap Penyebab Suhu Udara Dingin saat Ini di NTT, Suhu Minum Capai 9,4 Derajat di Manggarai
Suhu minimum berkisar 13 derajat dan suhu maksimum berkisar 33 derajat Celcius. Kelembaban udara 30-90 persen. Suhu laut 26-30 derajat celcius.
BMKG juga memperingatkan waspada dampak angin kencang yang sifatnya kering yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah NTT.
Beberapa hari terakhir, udara sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga dini hari.
Wilayah dataran tinggi seperti Ruteng, suhu udara dapat turun hingga di bawah 10 derajat Celcius. Kondisi ini merupakan fenomena meteorologis musiman yang normal terjadi saat musim kemarau.
BMKG menjelaskan fenomena suhu atau udara dingin ini dipengaruhi angin Monsun Australia (Monsun Timuran) yang membawa massa udara dingin dan kering menuju Indonesia.
Baca juga: BMKG Sebut Sebagian Wilayah Indonesia Telah Memasuki Musim Kemarau dan Periode Peralihan Musim
Selain itu, posisi semu Matahari yang berada di belahan bumi utara sehingga wilayah selatan menerima radiasi matahari yang lebih sedikit.
Oleh karena itu langit cerah dan minim tutupan awan, menyebabkan panas permukaan bumi lebih mudah lepas ke atmosfer pada malam hari sehingga suhu turun drastis menjelang pagi.
Faktor ketinggian wilayah juga turut mempengaruhi suhu semakin dingin, semakin tinggi suatu daerah maka suhu udaranya cenderung lebih rendah.
BMKG/Tribun Flores