Anggaran Rp 129 Juta untuk Rapat, Kadinkes Klaim Biaya Wisata dan Jeep Pakai Dana Pribadi
Torik Aqua June 13, 2026 01:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes memberikan penjelasan terkait sorotan terhadap kegiatan tenaga kesehatan di Karanganyar yang disertai aktivitas naik jeep.

Kepala Dinkes Brebes menegaskan biaya aktivitas wisata tersebut tidak berasal dari anggaran kegiatan maupun dana panitia.

Menurut penjelasan yang disampaikan, pendanaan kegiatan utama berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pelaksanaan evaluasi program Cek Kesehatan Gratis tingkat kabupaten.

Sementara aktivitas di luar agenda resmi disebut merupakan inisiatif dan pembiayaan pribadi dari peserta yang memilih ikut.

Baca juga: Alasan Kadinkes soal Anggaran Rp128 Juta Dipakai Nakes untuk Plesir Naik Jeep, Bupati Tak Tahu

Kepala Dinas Kesehatan Brebes, dr. Heru Padmonobo menyebut jika anggaran berwisata menggunakan jeep di Karanganyar oleh tenaga kesehatan tidak termasuk dalam biaya yang dianggarkan oleh panitia.

Menurut dr. Heru, para peserta murni merogoh kocek dari kantong pribadi.

"Narasi ada yang kurang pas, untuk naik jeep itu murni mandiri dari peserta yang menghendaki naik jeep dan tidak semua."

"Biaya bukan dari panitia, jadi mereka membayar sendiri ke pengelola jeep," ujar Kepala Dinas Kesehatan Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes., kepada TribunJateng.com pada Jumat (12/6/2026).

Alokasi Rp 129 juta

Dinas Kesehatan Daerah atau Dinkesda Kabupaten Brebes menjadi sorotan setelah diketahui mengalokasikan anggaran sekitar Rp 129,35 juta untuk kegiatan rapat evaluasi di luar daerah yang digelar pada 4–5 Juni 2026 di Kabupaten Karanganyar.

Kegiatan tersebut juga mencakup agenda wisata menggunakan Jeep.

Sontak kegiatan itu menuai perhatian publik karena berlangsung di tengah upaya pemerintah daerah mendorong efisiensi belanja anggaran.

Berdasarkan data dari LP https://spse.inaproc.id/brebeskab, anggaran tersebut berbunyi biaya kegiatan rapat atau pertemuan di luar kantor.

Paket tersebut bernomor 10883246000.

Anggaran tersebut dengan pagu Rp 129.350.000 juta itu bersumber dari APBD 2026, yang dimenangkan oleh Dita Surya Pratama yang beralamat di Jl Kota Baru Raya Rt 007/019 Brebes dengan hasil penawaran Rp 129.241.740 dan hasil negosiasi Rp 128.998.650.

Dengan dana tersebut, pemenang pelaksana pekerjaan diminta untuk biaya pendampingan, koordinasi dan evaluasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis (Pertemuan evaluasi pelaksanaan CKG tingkat kabupaten) tersebut adalah:

A. Menyiapkan penginapan fullboard sesuai dengan spesifikasi teknis.

B. Menyiapkan metting room sesuai dengan spesifiksi teknis.

C. Menyiapkan makan minum sesuai dengan volume pekerjaan.

Kegiatan tersebut dilakukan di Kabupaten Karanganyar pada 4-5 Juni 2026.

Bupati Tak Tahu

Alih-alih hanya melakukan rapat, peserta yang terdiri dari tenaga kesehatan (nakes) perwakilan 5 peserta dari seluruh Puskesmas juga berwisata dengan menaiki Jeep.

Bahkan, saat Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma dikonfirmasi juga mengaku tidak mengetahui jika Dinkes Brebes melakukan perjalanan rapat luar kota. 

Kepala Dinas Kesehatan Brebes dr Heru Padmono, M, Kese mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk melakukan penekanan program Cek Kesehatan Gratis.

"Jadi intinya itu dana bukan dari APBD tapi dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang sudah ada aturan petunjuk teknis."

"Peserta yang mengikuti dari kepala Puskesmas dan tim CKGnya tingkat kabupaten itu pesertanya. 5 nakes kali 38 Puskesmas."

"Itu kan program pemerintah pusat makanya itu anggrannya pusat," ujarnya saat ditemui Tribunjateng.com pada Kamis (11/06/2026) diruang kerjanya.

Baca juga: Alasan Pemprov Kaltim Anggarkan Rp 450 Juta untuk Kebutuhan Laundry, Bantah Dipakai Belanja Pakaian

dr Heru menyebut, dipilihnya Kabupaten Karanganyar karena sesuai dengan anggaran yang ada.

"Anggarankan sudah dipatok segitu, jadi kita ya mengira-ngira yang mampu dijangkau, pelaksanaanya Jumat-Sabtu pekan lalu menginap," ungkapnya.

Pihaknya berdalih, kegiatan tersebut juga sebagai langkah efesiensi agar pihaknya bisa meninjau tim kesehatan haji yang bertugas.

"Sekaligus agar kami, dinas itu bisa nguyup-nguyup juga ke donohudan (Asrama haji), kan saat itu acaranya juga ada kegiatan penjemputan jamaah haji, jadi saya dan kepala bidang bisa sekaligus, itu efisiensinya itu justru."

"Saya bisa menengok tim kesehatan yang bertugas disitu, jadi tidak pakai anggaran lagi," jelasnya.

'Daripada Hangus'

dr Heru juga membeberkan, jika anggaran DAK tersebut harus digunakan dibanding hangus atau dikembalikan.

"Kalau DAK itu beda, kalau APBD kita bisa melakukan penggeseran. Kalau DAK itu sudah di pagu, kalau ndak digunakan berarti hangus harus digunakan. Dana dari Kementerian Kesehatan yang sudah diajukan sejak tahun 2025," bebernya.

Pihaknya juga bekelit, jika dalam perjalanan tersebut sekaligus mensosialisasikan program prioritas Bupati Brebes yakni Nakes door to door.

"Sekaligus efesiensi anggaran sosialisasi programnya Bupati Nakes door to door," tuturnya.

Tim redaksi juga menyinggung, sekaligus jalan-jalan?

"Ya kue tah kabeh, dimanapun ya kaya kue," ungkap dr Heru yang tak membantah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.