TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Panitia Pelaksana Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Papua Barat, terus mematangkan persiapan agenda agar berjalan lancar.
Pesparawi (Pesta Paduan Suara Gerejawi) adalah festival dan kompetisi seni musik rohani Kristen Protestan berskala nasional di Indonesia.
Ketua Harian Panitia Pelaksana Pesparawi Nasional XIV, Dr. Yacob S. Fonataba, mengatakan berbagai aspek teknis maupun nonteknis telah dipersiapkan secara maksimal, termasuk untuk pelaksanaan acara pembukaan dan penutupan yang akan dipusatkan di Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi, Manokwari.
Baca juga: Ketum PAL-KOAP Imbau Warga Jaga Keamanan Manokwari Menjelang Pesparawi Nasional XIV
Menurut Fonataba, panitia menggandeng vendor profesional guna mendukung kemeriahan dan kelancaran rangkaian acara.
Berbagai fasilitas pendukung seperti tata cahaya (lighting), sistem suara (sound system), multimedia, hingga videotron tengah disiapkan agar pelaksanaan pembukaan dan penutupan berlangsung meriah dan berkesan bagi seluruh peserta maupun masyarakat.
Ia menjelaskan, arahan Menteri Agama saat pelaksanaan kick off Pesparawi Nasional menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan paduan suara gerejawi, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat persatuan bangsa.
"Pesparawi harus menjadi ajang pemersatu bangsa dan wadah mempererat silaturahmi umat Kristen dari seluruh Indonesia. Karena itu seluruh persiapan terus kami matangkan agar kegiatan ini berjalan dengan baik dan sukses," ujar Fonataba, Sabtu (13/6/2026).
Selain menjadi wadah pengembangan seni suara gerejawi, Pesparawi Nasional XIV juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), sektor jasa, transportasi, perhotelan, serta pariwisata di Papua Barat.
Baca juga: PLN UP3 Manokwari Siagakan 125 Personel, Pastikan Listrik Aman Selama Pesparawi Nasional XIV
Kehadiran ribuan peserta, official, pendamping, dan tamu dari berbagai daerah di Indonesia diyakini akan memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat selama pelaksanaan kegiatan berlangsung di Manokwari.
"Pada prinsipnya kami panitia sudah siap menyelenggarakan Pesparawi. Seluruh aspek mulai dari venue, akomodasi, transportasi, konsumsi, kesehatan hingga kesiapan acara pembukaan dan penutupan terus dimatangkan agar pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV di Manokwari berjalan sukses," katanya.
Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 akan diikuti oleh kontingen dari 38 provinsi di Indonesia.
Papua Barat mendapat kehormatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan untuk pertama kalinya sejak ajang tersebut digelar secara bergilir di berbagai provinsi selama 13 kali pelaksanaan sebelumnya.
Momentum tersebut dinilai menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan potensi budaya, pariwisata, dan keramahtamahan masyarakat Papua Barat kepada peserta dan tamu yang datang dari seluruh penjuru Tanah Air.
Panitia optimistis dengan dukungan pemerintah, gereja, masyarakat, serta berbagai pihak terkait, pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV di Manokwari dapat berlangsung aman, lancar, dan sukses serta meninggalkan kesan positif bagi seluruh peserta. (*)