TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Aktris dan pegiat sosial Raline Shah mengaku terkesan dengan keindahan Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi. Bangunan yang menjadi pusat kegiatan pemerintahan daerah tersebut dinilai memiliki daya tarik tersendiri karena berhasil memadukan nilai sejarah dengan konsep arsitektur ramah lingkungan.
Kekaguman itu diungkapkan Raline saat mengunjungi pendopo bersama keluarganya pada Jumat malam (12/6/2026). Selama berada di lokasi, ia berkeliling menikmati berbagai sudut bangunan yang menjadi salah satu ikon Banyuwangi tersebut.
“Such a beautiful. Bagus sekali,” ujar Raline.
Raline berada di Banyuwangi selama empat hari, mulai 12 hingga 15 Juni 2026. Selain menghadiri rangkaian kegiatan Satu Indonesia, ia juga menyempatkan diri mengunjungi sejumlah destinasi wisata unggulan, termasuk Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Dalam kunjungan tersebut, Raline didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Baca juga: Daihatsu Resmikan Diler VSP Karunia Motor Banyuwangi, Perkuat Jaringan di Bumi Blambangan
Pendopo Sabha Swagata Blambangan merupakan bangunan cagar budaya yang berdiri sejak tahun 1771. Pada 2012, bangunan ini direvitalisasi dengan melibatkan arsitek Adi Purnomo.
Revitalisasi dilakukan dengan tetap mempertahankan nilai sejarah bangunan, sekaligus menerapkan konsep green building. Konsep tersebut diwujudkan melalui desain yang mengoptimalkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada penggunaan energi listrik.
Salah satu area yang menarik perhatian Raline adalah guest house yang dirancang menyerupai bunker bawah tanah. Atap bangunan tersebut ditutupi hamparan rumput hijau sehingga menyatu dengan lanskap sekitar.
“Keren. Tidak kelihatan kalau ada ruangan di dalam. Suasananya juga adem, bikin betah,” katanya.
Raline juga mengabadikan momen bersama keluarganya di beberapa titik favorit, seperti area perbukitan hijau yang dikenal sebagai “bukit teletubbies” serta hamparan rumput luas di belakang pendopo yang kerap digunakan sebagai ruang pertemuan terbuka.
Baca juga: Viral Vespa Adang Truk Tangki Ngeblong di depan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Sopir Beri Penjelasan
Tertarik pada Rumah Adat Osing dan Sumur Sri Tanjung
Tak hanya menikmati arsitektur modern yang berpadu dengan bangunan heritage, Raline juga mengunjungi rumah adat Osing yang berada di kawasan belakang pendopo.
Ia tampak mengamati detail konstruksi rumah tradisional tersebut yang dibangun tanpa menggunakan paku, melainkan memanfaatkan sistem pasak kayu.
Perhatiannya kemudian beralih ke Sumur Sri Tanjung, sumur tua yang berkaitan dengan legenda asal-usul nama Banyuwangi. Sumur tersebut dikenal sebagai salah satu simbol sejarah dan budaya masyarakat setempat.
“Saya akan coba air sumur ini yang katanya bikin awet muda,” ujar Raline sambil tersenyum.
Baca juga: Seaplane Asia Pilih Banyuwangi jadi Wisata Udara Premium, Pertama di Indonesia
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pembangunan berbagai fasilitas publik di Banyuwangi tidak hanya berorientasi pada fungsi, tetapi juga memperhatikan aspek estetika dan identitas daerah.
“Banyuwangi ini membangun bersama arsitek, jadi tidak hanya memenuhi fungsinya namun juga unsur estetika. Kami juga menonjolkan gaya arsitektur lokal Banyuwangi untuk melestarikan kearifan lokal kita. Bahkan hotel dan homestay juga kami ‘paksa’ untuk menonjolkan kekhasan lokal dalam setiap desain bangunannya,” kata Ipuk.
Menurut Ipuk, sejumlah proyek pembangunan di Banyuwangi melibatkan arsitek nasional. Bandara Banyuwangi dan masjid pendopo dirancang oleh Andramatin, sementara Grand Watudodol dan Stadion Diponegoro didesain oleh Budi Pradono. Adapun bangunan heritage Inggrisan dirancang oleh Yori Antar.
Baca juga: Sesuai Arahan Kemendagri, Pilkades 2027 di Banyuwangi Bakal Terapkan E-Voting
Selain mengunjungi Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Raline dan keluarganya juga mengeksplorasi sejumlah destinasi wisata unggulan Banyuwangi. Beberapa di antaranya adalah Desa Wisata Adat Kemiren, Kawah Ijen, dan Taman Nasional Alas Purwo.
Ketiga destinasi tersebut dikenal sebagai ikon pariwisata Banyuwangi yang menawarkan perpaduan antara kekayaan budaya, keindahan alam, serta keanekaragaman hayati yang menjadi daya tarik wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara.