Pasokan BBM dan ketersediaan batu bara bagi pembangkit listrik harus menjadi perhatian bersama
Palangka Raya (ANTARA) - Anggota Komisi XII DPR RI Sigit K Yunianto menyoroti pentingnya menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) serta pasokan batu bara sebagai bahan baku pembangkit listrik guna menjamin ketahanan energi nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Sigit saat mengikuti kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) Ketenagalistrikan Komisi XII DPR RI di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Rabu (10/6).
"Ketersediaan BBM dan batu bara bagi pembangkit listrik merupakan hal mendasar yang harus kita jaga bersama. Ini bukan hanya soal listrik, tapi juga ketahanan energi nasional secara keseluruhan," kata pria yang akrab disapa SKY itu.
Menurut politisi PDI Perjuangan itu, kepastian pasokan BBM dan ketersediaan batu bara harus menjadi prioritas bersama, karena keduanya menjadi faktor krusial dalam menjaga keandalan pasokan energi nasional khususnya bagi masyarakat dan sektor industri.
"Pasokan BBM dan ketersediaan batu bara bagi pembangkit listrik harus menjadi perhatian bersama, mengingat keduanya merupakan faktor penting dalam menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat maupun sektor industri," ucap mantan Ketua DPRD Kota Palangka Raya itu.
Menurut Sigit, sinergi antara pemerintah dan badan usaha di sektor energi perlu terus diperkuat, agar distribusi energi berjalan optimal serta mampu mengantisipasi potensi gangguan pasokan di berbagai daerah.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi XII DPR RI melakukan pembahasan intensif dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor energi, antara lain Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Plt. Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Kepala BPH Migas, serta jajaran direksi PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga, PT PGN Tbk, PT PLN (Persero), dan PT PLN Nusantara Power.
Kunjungan kerja Panja Ketenagalistrikan ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPR RI. Selain memastikan kesiapan infrastruktur energi, kunjungan ini juga bertujuan menghimpun masukan konstruktif guna meningkatkan ketahanan energi dan keandalan sistem kelistrikan nasional.





