TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi pengeroyokan terhadap seorang pemain organ tunggal di Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, viral di media sosial.
Video berdurasi sekitar 1 menit 30 detik tersebut memperlihatkan keributan di atas panggung hiburan orgen tunggal.
Dalam rekaman yang beredar, tampak seorang pria diduga menjadi korban pengeroyokan dan upaya pemukulan oleh sejumlah orang.
Kapolsek Tunjungan, AKP Subiyono, membenarkan adanya pengaduan terkait peristiwa tersebut.
AKP Subiyono mengatakan, korban telah datang ke Polsek Tunjungan untuk mengadukan kejadian yang dialaminya.
"Korban tadi malam sudah mengadu ke Polsek, sekitar jam 01.30 WIB," katanya, saat dikonfirmasi Tribunjateng.com, Sabtu (13/6/2026)
Lebih lanjut, pihaknya mengatakan hari ini korban rencananya bakal dimintai keterangan untuk mengungkap duduk perkara kejadian tersebut.
Baca juga: Habib Cabul di Susukan Kab Semarang Ternyata Cuma Numpang di Ponpes: Bukan Pengasuh
"Siang ini rencananya (korban) kami panggil lagi untuk dimintai keterangan, tetapi sampai sekarang masih kami tunggu," terangnya.
Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat menjelaskan secara rinci kronologi kejadian karena masih menunggu pemeriksaan terhadap korban.
"Kami belum bisa menyampaikan kronologinya. Kami masih menunggu korban untuk dimintai keterangan terlebih dahulu agar sesuai fakta yang terjadi," katanya.
Berdasarkan informasi awal yang diterima polisi, peristiwa tersebut terjadi di Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, saat berlangsung acara syukuran anak warga setempat yang menghadirkan hiburan orgen tunggal.
Korban yang diduga menjadi sasaran pengeroyokan diketahui merupakan pemain orgen tunggal yang tampil dalam acara tersebut.
"Korbannya pemain orgen," ujarnya.
AKP Subiyono menegaskan, pihaknya masih melakukan pendalaman dan akan meminta keterangan dari korban, dan saksi-saksi untuk mengetahui secara pasti rangkaian peristiwa yang terjadi.
"Untuk sementara itu dulu. Kami akan memintai keterangan korban terlebih dahulu. Nanti informasi lebih lanjut akan kami sampaikan," paparnya.(Iqs)